Sejumlah 106 Kendaraan Berat Terjaring Razia karena Kelebihan Muatan

Dengan pemasangan stiker ini bisa memberi pelajaran kepada para pemilik kendaraan agar mengikuti aturan berlaku.

Sejumlah 106 Kendaraan Berat Terjaring Razia karena Kelebihan Muatan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sebanyak 106 kendaraan berat di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) ditilang dalam operasi gabungan Jasa Marga, Patroli Jalan Raya (PJR) Mabes Polri dan Kementerian Perhubungan. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Sebanyak 106 kendaraan berat di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) ditilang dalam operasi gabungan Jasa Marga, Patroli Jalan Raya (PJR) Mabes Polri dan Kementerian Perhubungan.

Pengendara yang mengarah ke Cikampek ini ditilang karena melanggar aturan beban kendaraan atau melebihi kapasitas (overload).

Kepala Humas Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Irwansyah mengatakan, seluruh kendaraan itu terjaring razia dalam operasi kendaraan muatan barang dari Senin (7/5/2018) sampai Selasa (8/5/2018).

Sebanyak 106 kendaraan berat di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) ditilang dalam operasi gabungan Jasa Marga, Patroli Jalan Raya (PJR) Mabes Polri dan Kementerian Perhubungan.
Sebanyak 106 kendaraan berat di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) ditilang dalam operasi gabungan Jasa Marga, Patroli Jalan Raya (PJR) Mabes Polri dan Kementerian Perhubungan. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Pada Senin (7/5/2018) petugas menjaring 55 kendaraan, sedangkan hari Selasa (8/5/2018) ada 51 kendaraan yang terjaring petugas.

"Muatan sumbu kendaraan tidak boleh melebihi batas 10 ton," kata Irwansyah pada Selasa (8/5).

Menurut dia, dasar operasi ini mengacu pada UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Bagi pengendara yang melanggar langsung dikenakan tindakan berupa tilang oleh kepolisian.

Selain menilang, pihaknya juga memasang stiker di pintu kiri truk sebagai peringatan kepada para pemilik kendaraan.

Tulisan stiker itu adalah "Kendaraan Ini Overload dan Tidak Tertib Muatan".

"Kami berharap, dengan pemasangan stiker ini bisa memberi pelajaran kepada para pemilik kendaraan agar mengikuti aturan berlaku," ujarnya.

Sebanyak 106 kendaraan berat di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) ditilang dalam operasi gabungan Jasa Marga, Patroli Jalan Raya (PJR) Mabes Polri dan Kementerian Perhubungan.
Sebanyak 106 kendaraan berat di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) ditilang dalam operasi gabungan Jasa Marga, Patroli Jalan Raya (PJR) Mabes Polri dan Kementerian Perhubungan. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Irwansyah menjelaskan, kendaraan muatan barang yang overload merupakan salah satu penyebab terbesar kerusakan konstruksi pada bagian jalan. Bahkan kendaraan overload cenderung memicu kemacetan karena lajunya cukup pelan di bawah kecepatan 50 kilometer per jam.

"Operasi ini dilakukan selama tiga hari dari Senin (7/5/2018) sampai Rabu (9/5/2018) dengan menyasar truk yang berjalan lambat. Petugas akan mengecek beban muatan kendaraan menggunakan alat yang disediakan," ujarnya.

Dia menegaskan, pengemudi truk dilarang melepas stiker yang dipasang petugas. Bila petugas mendapati pelanggaran serupa dengan jenis truk yang sama, maka bakal dikeluarkan lewat gerbang tol terdekat. "Tindakan tegas ini kita lakukan untuk kepentingan bersama," katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved