Nilai UN SMA Menurun, Mode Ujian Menjadi Faktor Utama

Totok Supriyitno mengatakan menurunnya nilai Ujian Nasional (UN) SMA atau sederajat disebabkan oleh dua faktor.

Nilai UN SMA Menurun, Mode Ujian Menjadi Faktor Utama
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah Siswa tengah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 di SMAN 1 Jakarta, Senin (9/4/2018). 

KEPALA Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Supriyitno mengatakan menurunnya nilai Ujian Nasional (UN) SMA atau sederajat disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, karena faktor kesulitan soal yang sedikit meningkat, namun hal ini bukan menjadi faktor utama.

Sebab tidak sedikit juga sekolah yang rata-rata nilai UN nya naik.

"Faktor kesulitan ada kontribusi sedikit, sebenarnya anak-anak kita kasih soal sulit pun bisa menjawab," ujar Totok di Kemendikbud, Selasa (8/5/2018).

Kedua karena faktor perubahan mode ujian dari Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Penurunannya yang jelas karena perubahan moda ujian dari UNKP menjadi UNBK. Jadi waktu dulu pakai kertas mungkin curang, integritasnya rendah," katanya.

Ia tidak mempermasalahkan menurunnya nilai, sebab ia menduga saat UNKP dulu, tingkat kecurangan masih tinggi.

"Seolah-olah menurun, padahal dulu tingginya itu palsu! Sekarang lebih murni. Menurut saya itu karena koreksi, karena dulu gak bener koreksinya akibat curang," ungkap Totok.

Namun Totok juga mengaku penurunan nilai ujian juga dikarenakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum mencapai standar.

"Kita akui saja belum (kemampuan SDM) karena masih banyak sekolah yang belum mencapai standar. Makanya perlu ditingkatkan proses belajar yang kurang yang membuat beberapa sekolah tidak mencapai standar," paparnya. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved