Dakwah Urusan dengan Tuhan, HTI Bakal Jalan Terus

Kuasa Hukum HTI Prof Yusril Ihza Mahendra mengatakan, selama belum ada keputusan inkrach, aktivitas HTI masih boleh dilakukan

Dakwah Urusan dengan Tuhan, HTI Bakal Jalan Terus
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Kuasa hukum HTI, Yusril Ihza Mahendra. 
JURU BICARA Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto menilai, putusan hakim PTUN yang menolak gugatan mereka telah nyata-nyata mempersalahkan kegiatan dakwah HTI yang menyebarkan pemahaman tentang syariah dan khilafah.
 
" Itu sama artinya, mempersalahkan kewajiban Islam dan ajaran Islam, sebuah tindakan yang tidak boleh dibiarkan begitu saja," kata Yusanto saat menggelar konferensi pers di kantor HTI, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (8/5).
 
Ia mengatakan, pelarangan itu tidak akan menyurutkan semangat untuk terus melakukan dakwah. Ia pun meminta pemerintah tidak perlu mencampuri keyakinan mereka dan aktifitas berdakwah karena mereka merasa tidak pernah mengembuskan soal makar.
 
"Secara prinsip perlu kami sampaikan bahwa dakwah adalah kewajiban seorang muslim. Dakwah tidak bisa dihentikan karena yang memerintahkan kita bukan orang, tapi Allah. Jadi, kami akan terus berdakwah. Soal bagaimana caranya nanti kita pikirkan," ujarnya.
 
Ia melihat aturan yang diterapkan rezim sekarang makin aneh. Di satu sisi ormas Islam yang dianggap berseberangan dengan penguasa coba untuk diberangus. Namun, di sisi lain kemaksiatan oleh praktik LGBT seolah dibiarkan.
 
"Memang banyak hal hal aneh di neheri kita. Para tokoh agama dikriminasi sedangkan yang menista agama dilindungi. Kelompok Islam dibubarkan, kelompok LGBT dibiarkan bahkan cenderung dibela," kata dia.
 
Kuasa Hukum HTI Prof Yusril Ihza Mahendra mengatakan, selama belum ada keputusan inkrach, aktivitas HTI masih boleh dilakukan. Apalagi, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengajukan memori banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) untuk membantah keputusan hakim PTUN.
 
"Saat kami ajukan banding ya status HTI masih punya hak. Selain banding kan nanti misal kalah lagi kami masih punya hak kasasi dan peninjauan kembali. Jadi, sebelum ada keputusan final belum ada sesuatu yang mengikat," katanya.
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved