Warga Jatimulya Bekasi Tuntut Kejelasan Pembebasan Lahan Kereta Cepat

Samsul menilai, PT PSBI yang bertanggung jawab terhadap pembangunan transportasi massal ini juga dianggap ingkar janji.

Warga Jatimulya Bekasi Tuntut Kejelasan Pembebasan Lahan Kereta Cepat
KOMPAS.com/YOGA SUKMANA
Presiden Joko WIdodo saat menghadiri groundbreaking proyek kereta cepat, Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung, Kamis (21/1/2016). 

PAGUYUBAN warga Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menuntut kejelasan pembebasan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Padahal, pemilik 218 bidang lahan sudah menyerahkan sejumlah dokumen seperti fotokopi sertifikat tanah, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Keluarga (KK).

Proyek yang digagas pemerintah pusat tersebut berada di sisi selatan ruas tol Jakarta-Cikampek. Paguyuban yang terdiri dari lima perangkat RW, yakni RW 06, RW 07, RW 08, RW 09, dan RW 15 ini berencana bakal melaporkan persoalan tersebut ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dalam waktu dekat.

Baca: Ini Fungsi Depo MRT Lebak Bulus

Ketua Paguyuban Warga Jatimulya M Samsul Bahri juga memohon Presiden Joko Widodo turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Sebab, selama tiga tahun, tidak ada kejelasan ihwal pembebasan lahan di sana.

"Kami bukannya menolak pembangunan, tapi kami mempertanyakan soal kejelasan rencana pembebasan lahan," kata Samsul, Senin (7/5/2018).

Samsul menilai, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang bertanggung jawab terhadap pembangunan transportasi massal ini juga dianggap ingkar janji.

Baca: PDIP: Kalahnya Ahok Memberi Pelajaran ke Kita, Jangan Kepedean

Dia mencontohkan, sisi lebar trase saat sosialisasi disebutkan jarak aman rumah warga dari pinggir rel adalah 20 meter, namun kini ditetapkan 3,5 meter.

"Keputusan ini mengecewakan sebagian warga kami yang semula pada gambar penetapan lokasi oleh Gubernur Jabar terkena pembebasan, sekarang menjadi hilang dan tidak terkena pembebasan," tutur Samsul.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help