Pemerintahan Joko Widodo Tidak Bisa Dikalahkan oleh Serangan Hoax

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak akan kalah dengan serangan hoax yang saat ini masih massif terjadi.

Pemerintahan Joko Widodo Tidak Bisa Dikalahkan oleh Serangan Hoax
Warta Kota
Dewan Pers dan media pun dilibatkan dalam mendeteksi berita hoax termasuk juga bekerjasama dengan pihak kepolisian khususnya divisi cyber crime. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak akan pernah kalah dengan serangan hoax yang saat ini masih massif terjadi.

Segala upaya terus dilakukan pemerintah dalam upaya menghilangkan info hoax.

"Kominfo terus melakukan langkah-langkah antisipasi, tema utamanya bergaris merah pada literasi dan edukasi," ujar Staf Khusus bidang komunikasi publik dan kerja sama kelembagaan Kominfo, Dedi Hermawan, dalam diskusi PENA 98 dengan tema: Negara & Media melawan Hoax di Graha Pena, Kemang, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Penambahan selular dan IT itu sifatnya eksponensial.

Tapi, kata Dedi, penumbuhan literasi dan edukasi itu sifatnya linier, dia tidak mengalami lompatan-lompatan yang luar biasa sehingga dihadapkan pada situasi apapun pertumbuhan eksponensial dengan adanya hoax itu akan sulit dilakukan sendirian.

"Perlu dilakukan galang kekuatan seluruh masyarakat yang sadar bahwa betapa bahayanya fitnah," katanya. 

Menurut Dedi, dalam upaya untuk melawan penyebar hoax, pihaknya menggandeng sejumlah elemen masyarakat di berbagai daerah. Misalnya, MUI, PGI, Walubi dan lainnya.

"Salah satu yang kita hasilkan adanya fatwa MUI tentang penggunaan medsos," katanya.

Dewan Pers dan media pun dilibatkan dalam mendeteksi berita hoax termasuk juga bekerjasama dengan pihak kepolisian khususnya divisi cyber crime.
Dewan Pers dan media pun dilibatkan dalam mendeteksi berita hoax termasuk juga bekerjasama dengan pihak kepolisian khususnya divisi cyber crime. (Warta Kota)

Dewan Pers dan media pun dilibatkan dalam mendeteksi berita hoax termasuk juga bekerjasama dengan pihak kepolisian khususnya divisi cyber crime.

"Kami temukan isu, polisi yang tangani, beberapa kasus sudah ditangani. Misalnya kasus MCA dan Saracen. Bahkan, kami juga libatkan kelembagaan lainnya seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sementara itu, Kasubdit Keamanan Khusus Intelkam Polri Kombes Polisi Ratno Kuncoro, data Mabes Polri dari tahun 2017 awal sampai Maret 2018 pihaknya menangani sejumlah hampir 3.000 lebih kasus yang terkait di dalamnya soal cyber crime.

"Jadi, di dalamnya ada cyber crime sebanyak 60 persen, penistaan 30 persen, ada juga masalah ujaran kebencian sekitar 8 persen," katanya.

Dalam upaya memerangi hoax, kepolisian juga memiliki beberapa tahapan penindakan di antaranya langkah preventif dan pencegahan.

"Tugas polisi adalah pemelharaan keamanan Kamtibmas, artinya jangan sampai masyarakat kita berantem satu sama lain karena penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, perbedaan pandangan, berbeda aliran antar agama, aliran di didalam satu agama," katanya.

Turut hadir pembicara lain seperti Ulin Yusron (pegiat medsos) Imam M Sumarsono (wartawan senior), dan moderator M Yuslizar dari Pena 98.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help