Genap Satu Tahun Tanggul Sheetpile Kali Bekasi Jalan Cipendawa Ambles Tak Kunjung Diperbaiki

Akibatnya, jalan sepanjang sekitar 300 meter terpaksa ditutup dan arus kendaraan pun dialihkan ke arah sebaliknya.

Genap Satu Tahun Tanggul Sheetpile Kali Bekasi Jalan Cipendawa Ambles Tak Kunjung Diperbaiki
Warta Kota/Muhammad Azzam
Turap amblas di Kali Bekasi, sehingga menyebabkan Jalan Cipendawa Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu Bekasi ikut ambles. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Kerusakan Jalan Cipendawa bermula ketika turap penyangga jalan tergerus arus sungai Kali Bekasi pada Februari 2017 lalu.

Amblesnya tanggul itu merupakan tanggung jawab dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Pantauan Warta Kota di lapangan, menunjukkan, hampir separuh badan jalan sepanjang 20 meter dari Cipendawa menuju Jatiasih ambles.

Akibatnya, jalan sepanjang sekitar 300 meter terpaksa ditutup dan arus kendaraan pun dialihkan ke arah sebaliknya.

Turap amblas di Kali Bekasi, sehingga menyebabkan Jalan Cipendawa Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu Bekasi ikut ambles.
Turap amblas di Kali Bekasi, sehingga menyebabkan Jalan Cipendawa Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu Bekasi ikut ambles. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Fajar Faizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai BBWSCC Fajar Faisal mengungkapkan pihaknya sudah menginformasikan dan mengajukan anggaran untuk perbaikan tanggul tersebut.

"Kami belum dapat anggaran sehingga realisasi perbaikan belum bisa dilakukan. Sudah kasih tau pemerintah pusat, sudah ditindaklanjutkan dan mengajukan untuk anggaran perbaikan itu, namun sampai sekarang anggaran masih proses belum disetujui,"tuturnya saat dikonfirmasi Warta Kota, Senin (7/5/2018).

Fajar menjelaskan saat turap amblas itu pada Februari 2017, pihaknya langsung mengajukan untuk masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) namun tidak bisa mengingat waktunya singkat untuk proses lelang dan pengerjaannya.

Untuk itu pada tahun 2018, pihaknya mengajukan untuk masuk APBN Reguler tetapi tidak belum disetujui juga.

"Kalau pakai APBN-P tidak bisa waktunya mepet, karena aturannya dalam APBN-P sempit. Paling bisa harus pakai APBN reguler, tapi kita belum juga disetujui. Kita menunggu disetujui, semoga cepat 2019 ya diharapkan,"ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya sedang mengkaji desain untuk perbaikan turap di kali ambrol itu.

"Desain sedang kita kaji, desainnya disesuaikan dengan kondisi lapangan melihat kali tersebut lebih ganji, kalau pakai turap biasa kita khawatir setelah diperbaiki akan amblas kembali. Kita buat rancangan desain sebaik dan sebagus mungkin disesuaikan dengan kondisinya,"ucapnya.

Ia menambahkan selama ini pihaknya terus lakukan komunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan juga pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PUPR.

"Kita terus komunikasi agar pengajuan anggaran perbaikan itu bisa secepatnya disetujui. Kami juga meminta Dinas Bina Marga menyerahkan aset Jalan itu kepada BBWSCC, itu kan pengerjaan jalan itu dari Dinas Bina Marga Bekasi, jadi kedepannya biar tidak ada masalah lagi segera diserahkan," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved