Penumpang Garuda Bisa Gratis Nonton Konser Band Terkenal di Bali

PARA penumpang Garuda Indonesia yang terbang ke Bali pada periode 4-12 Mei 2018 bisa nonton konser band terkenal loh. Gratis.

Penumpang Garuda Bisa Gratis Nonton Konser Band Terkenal di Bali
WARTA KOTA/Lilis Setyaningsih
BBF--Bali Blues Festival (BBF) sudah diselenggakan yang ke4, akan diselenggarakan pada 11-12 Mei 2018. Bagi penumpang Garuda Indonesia tujuan Bali pada periode 4-12 Mei 2018 bisa gratis masuk BBF. Selain itu tamu yang menginap di hotel-hotel The Nusa Dua Bali.Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan (baju putih) saat menjelaskan kepada wartawan mengenai ajang BBF. 

PARA penumpang Garuda Indonesia yang terbang ke Bali pada periode 4-12 Mei  2018 bisa menggunakan  boarding pass sebagai tiket masuk Bali Blues Festival (BBF).

Festival ini merupakan event musik blues tahunan  terbesar di Indonesia. 

Untuk keempat kalinya, BBF diselenggarakan oleh  PT Pengembangan Pariwisata  Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, yang berkolaborasi dengan Pregina Art and Showbiz dan Kementerian Pariwisata.

Ajang ini akan diselenggarakan pada 11-12 Mei mendatang di Pulau Peninsula, The Nusa  Dua Bali. Menampilkan musisi  dari dalam negeri dan mancanegara.

Diantaranya  Rama Satria, Gugun Blues Shelter, Dikta Wicaksono,  Ginda Bestari, Jakarta Blues Factory. Sedangkan dari mancanegara diantaranya Fernando Noronha,  Ronaldgang.

Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan mengatakan, menjadi pembeda penyelenggaraan BBF tahun ini,  selain memberikan gratis pada  penumpang Garuda Indonesia yang ke Bali, juga  memberikan gratis pada tamu-tamu yang menginap di hotel-hotel  The Nusa  Dua pada periode festival, dan dapat masuk ke area BBF, dengan menukarkan bukti hotel check in. Satu kunci untuk dua tiket.

“Dengan keuntungan seperti ini, kami  harapkan wisatawan  yang berkunjung ke Bali pada peride festival dapat lebih menikmati kunjungannya di Bali dengan  menonton festival musik blues,”  papar Wirawan kepada wartawan di Kantor Kementerian Pariwisata belum lama ini.

Ia mengatakan, musisi blues di Bali juga butuh tempat. Di Jakarta sudah ada Javajazz dan sudah mendunia. Komunitas blues juga memiliki mimpi yang sama dan diharapkan Bali bisa jadi home base mereka.

“ITDC sebagai pengembang destinasi menyambut baik. Kami berusaha menyebarluaskan acara ini. Diharapkan acara ini bisa jadi cikal bakal sentra musik blues di dunia,” kata Wirawan.

Wirawan mengakui musik blues belum terlalu  familiar di Indonesia. Tapi para penikmat blues selalu ada.

“Kami berharap, mereka menemukan dunia blues di Bali. Festival Blues di Jakarta belum ada baru di Bali,” ucapnya.

Selain bagi penikmat musik blues, ajang ini diharapkan juga bisa memberikan dampak untuk masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, Pulau Peninsula hampir tiap minggu ada acara. Dari pagi hingga sore seperti belajar menari bagi warga Bali. Banyak ibu-ibu yang ikut menambuh gamelan. Dan banyak juga wisatawan yang ikut belajar menari. Ada 3 desa yang dilibatkan diajang BBF, yakni Kampiang, Peningen, dan Gualo. Pecalang juga ikut dilibatkan  untuk mengamankan pulau tersebut.  

Selama dua hari penyelenggaraannya, BBF dibuka pukul 17.00 WITA dan berlangsung sampai pukul  22.00 WITA.  Akan dilengkapi pula berbagai stand kuliner.

“Ada aturan di kawasan Nusa Dua jam 22.00 semua sound harus off. Jam 23.00 harus tutup semua. Untuk hari pertama hanya sampai jam 22.00. Tapi  kami minta pengecualian di hari kedua bisa sampai jam 24.00 tapi closing 22.30,” tuturnya. 

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved