Ojol Minta Pemkot Bekasi Bangun Sentra UMKM di Titik Penjemputan Penumpang

Pengemudi ojek online meminta Pemerintah Kota Bekasi membangun sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), di titik jemput penumpang (lay by).

Ojol Minta Pemkot Bekasi Bangun Sentra UMKM di Titik Penjemputan Penumpang
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Suasana titik jemput (lay bay) yang disediakan Pemerintah Kota Bekasi di sisi utara Jalan Ir H Djuanda dekat Stasiun Bekasi kurang diminati pengemudi ojek online (ojol), Minggu (6/5/2018). Mereka memilih mangkal di pinggir jalan karena penumpang yang turun dari kereta rel listrik (KRL) lebih banyak dibanding di lay bay. 

PENGEMUDI ojek online meminta Pemerintah Kota Bekasi membangun sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), di titik jemput penumpang (lay by).

Mereka yakin minat pengemudi ojol menunggu penumpang di lay by sisi utara Jalan Ir H Djuanda atau dekat Stasiun Bekasi, akan semakin tinggi, bila dilengkapi pedagang makanan dan minuman.

Asman (38), salah satu pengemudi ojol menuturkan, alasan pengemudi ojol enggan mangkal di tempat lay by karena tidak ada para pedagang. Selama ini, mereka kesulitan membeli makanan dan minuman sambil menunggu penumpang yang turun dari kereta rel listrik (KRL) di stasiun.

Baca: Titik Jemput Penumpang di Stasiun Bekasi Kurang Diminati Ojol, Ini Alasannya

"Selama ini kita harus ke Jalan Ir. H. Djuanda dulu untuk membeli makanan atau minuman, padahal kalau di sini ada pedagang pasti banyak ojol yang nongkrong di sini," kata Asman, Minggu (6/5/2018).

Selain itu, kata Asman, pengemudi ojol juga meminta agar pemerintah melengkapi fasilitas berupa halte sebagai tempat untuk berteduh. Alasan lain ojol enggan menunggu penumpang di sana, karena tidak ada tempat teduh bila hujan atau cuaca terik matahari.

"Saya yakin kalau di sini dilengkapi UMKM dan tempat teduh, pasti semua ojol akan tertarik menunggu penumpang di lay by," ujarnya.

Baca: Ketua Umum MUI: Halal Is My Life

Asman menampik adanya anggapan bahwa menunggu di lay by bisa mengurangi jumlah penumpang yang didapat. Dia mengklaim, selama ini jumlah penumpang yang didapatnya bila mangkal di lay by dan pinggi jalan tetap sama.

"Sekarang ini memang lagi susah dapat penumpang karena jumlah ojol semakin banyak. Tapi setiap rejeki harusnya kita syukuri saja," ucap Asman.

Pengemudi lainnya, Abdullah (33), mengatakan, jumlah ojol yang mangkal di lay by memang tidak sebanyak di Jalan Ir H Djuanda dan Jalan Perjuangan. Dia memperkirakan, jumlah ojol yang mangkal di lay by sekitar puluhan orang.

Baca: Meski Targetkan LRT Rampung Sebelum Asian Games, Sandiaga Uno Utamakan Keselamatan Kerja

"Kalau di Jalan Ir H Djuanda dan Perjuangan sangat banyak, sehingga persaingannya sangat ketat. Dampaknya, lalu lintas di sana sangat macet," tutur Abdullah.

Karena itu, dia meminta kepada pengemudi ojol lain agar kompak pindah ke pangkalan yang sudah disediakan pemerintah daerah. Sebab, pengguna jalan bukan hanya ojol, tapi masyarakat lain.

"Kita juga harus menghargai pengendara yang lain, karena dengan mangkal di pinggir jalan sudah tentu mengganggu orang lain," cetus Abdullah. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help