Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto Tak Ajukan Banding untuk Menjernihkan Suasana

Sebagai manusia biasa, menurut Setya Novanto dia memiliki hak untuk ‎ banding atau melalui jalur Mahkamah Agung.

Setya Novanto Tak Ajukan Banding untuk Menjernihkan Suasana
Warta Kota/Henry Lopulalan
Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani Tagor, sehabis diambil sumpah untuk menjadi saksi terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/5/2018). 

MAJELIS hakim yang menyidangkan perkara Fredrich Yunadi memberikan kesempatan kepada Setya Novanto untuk menyampaikan pesan kepada publik.

Kamis (3/5/2018) kemarin Setya Novanto menjadi saksi di kasus dugaan merintangi penyidikan KTP elektronik bagi terdakwa Fredrich Yunadi.

"Saudara kan akhirnya di kasus e-KTP ini jadi terdakwa, silakan kalau ada yang mau disampaikan," kata majelis hakim.

Baca: Setya Novanto: Keadilan di Dunia Udah Enggak Ada

"Hukuman yang saya alami cukup berat. Saya dhihukum 15 tahun, ini sangat berat sekali, mengagetkan," tutur Setya Novanto.

Majelis hakim kemudian bertanya apakah Setya Novanto mengajukan upaya hukum? Sebagai manusia biasa, menurut Setya Novanto dia memiliki hak untuk ‎ banding atau melalui jalur Mahkamah Agung.

Namun, upaya hukum urung dipilih karena Setya Novanto ingin menjernihkan suasana sosial yang sangat ramai terkait kasus yang menyeretnya.

"Lebih baik saya tidak banding, saya menerima putusan. Ini untuk menjernihkan suasana‎. Di kesempatan ini saya juga mohon maaf ke masyarakat Indonesia. Hukuman 15 tahun cukup berat, mudah-mudahan ada hukum yang lebih adil nantinya," papar mantan Ketua DPR itu. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help