Koran Warta Kota

Mamak Jangan Nangis, Aldi Enggak Apa-apa Kok

SEORANG perempuan menangis sambil memeluk anaknya di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Kamis (3/5) petang.

Mamak Jangan Nangis, Aldi Enggak Apa-apa Kok
Warta Kota/Muhammad Azzam
Vonis dibacakan kepada enam terdakwa yang melakukan pengeroyokan dan pembakaran terhadap Muhammad Al Zahra alias Zoya (30) hingga tewas, korban dituduh mencuri amplifier musala Al-Hidayah 

SEORANG perempuan menangis sambil memeluk anaknya di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Kamis (3/5) petang.

Sang anak, Aldi, berusaha menenangkan ibunya. "Engga usah nangis Mak, Mamak jangan nangis Mak, Aldi enggak apa-apa kok," ujarnya sambil berjalan menuju ke ruang tahanan.

Sang ibu menangis lantaran Aldi baru saja divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim dalam sidang kemarin.

Aldi adalah salah satu terdakwa kasus pengeroyokan dan pembakaran Muhammad Al Zahra alias Zoya (30) yang dituduh mencuri amplifier Musala Al-Hidayah di Babelan, Bekasi, pada 1 Agustus 2017 silam.

Kala itu, Zoya dibakar hingga tewas oleh Aldi dan 5 terdakwa lainnya. Oleh hakim, lima terdakwa dijatuhi hukuman 7 tahun penjara yakni Aldi, Najibulah, Zulkahfi, Subur dan Karta.

Baca: Orangtua Terdakwa Pembakaran Zoya Hanya Bisa Terkulai Lemas Anaknya Divonis 7 Tahun Bui

Sedangkan satu terdakwa yakni Rosadi dihukum 8 tahun penjara.

Hakim menyatakan, mereka terbukti melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Zoya hingga tewas.

Keenamnya dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan hingga menyebabkan kematian

Vonis 7 tahun penjara bagi Aldi tidak bisa diterima oleh ibunya.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved