Korupsi KTP Elektronik

Deisti Astriani Tagor: Infusnya Bapak Nancep, Bukan Ditempel

Deisti menjelaskan saat dia datang, suami tercintanya itu sudah dalam keadaan diinfus dan diperban.

Deisti Astriani Tagor: Infusnya Bapak Nancep, Bukan Ditempel
Warta Kota/Henry Lopulalan
Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani Tagor, sehabis diambil sumpah untuk menjadi saksi terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/5/2018). 

JAKSA Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan kondisi Setya Novanto saat dirawat di lantai 3 ruang VIP Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Dalam keterangannya sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk terdakwa Fredrich Yunadi dalam kasus dugaan merintangi penyidikan, istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor mengatakan, setibanya di ruang VIP, dia mendapati suaminya sudah terbaring menggunakan baju rumah sakit.

"Setelah diberitahu oleh Pak Fredrich Yunadi, saya langsung ke rumah sakit. Di ruangan ada bapak (Setya Novanto) dan ajudan, Reza," terang Deisti.

Baca: Setya Novanto: Saya Memulainya di Kos-kosan, Lalu akan ke Pesantren di Lapas Sukamiskin

"Lalu kondisi bapak (Setya Novanto) bagaimana?" Tanya jaksa.

"Bapak tidak respons. Saya panggil 'yang (Sayang), yang, yang, ini aku', dia (Setya Novanto) diam saja, tidak buka mata. Saya pikir karena efek obat tenang. Bapak sadarnya pas muntah, saya kebangun," ungkap Deisti.

Jaksa kembali mengonfirmasi soal kondisi infus Setya Novanto. Deisti menjelaskan saat dia datang, suami tercintanya itu sudah dalam keadaan diinfus dan diperban.

"Infusnya bapak nancep, bukan ditempel. Di RSCM sempat dipindah infusnya karena bengkak," jelas Deisti. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved