Daerah Perbatasan Jadi Lubang Cacing Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

Peredaran narkoba jaringan internasional masuk ke Indonesia melalui lubang cacing di daerah perbatasan Indonesia dengan negara lain.

Daerah Perbatasan Jadi Lubang Cacing Peredaran Narkoba Jaringan Internasional
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Pemusnahan barang bukti 2,647 ton sabu di depan Monumen Nasional (Monas), Jumat (4/5/2018). 

KEPALA BNN, Komjen Heru Winarko menuturkan peredaran narkoba jaringan internasional masuk ke Indonesia melalui lubang cacing di daerah perbatasan Indonesia dengan negara lain.

Terlebih lagi, Indonesia yang mayoritas merupakan daerah perairan dimanfaatkan oleh bandar kelas kakap untuk menyelundupkan narkoba melalui jalur perairan.

"Banyak batas kita. bisa perbatasan laut atau darat. Ssperti di Kalimantan saja lebih kurang lebih sepanjang 1.000 kilometer perbatasan darat (dengan negara lain). Ini yang harus kita perhatikan," ucap Heru saat acara pemusnahan sabu seberat 2,647 ton di depan Monumen Nasional, Jumat (4/5/2018).

Diperlukan upaya untuk menjalin kerjasama dengan negara tetangga agar bisa mengantisipasi peredaran narkoba.

"Kita harus fokus benar. Kita harus kerja sama dengan negara tetangga kita dan juga perbatasan ini kita perkuat, dalam artian sama. Jadi bukan hanya narkoba saja, mereka juga tahu tentang apa itu paspor, apa itu karantina, dan tumbuhan yang dilarang, jadi harus kita samakan persepsinya," ujarnya.

Sejauh ini, kerjasama yang terjalin dinilainya cukup membuahkan hasil. Terutama kerjasama dengan pemerintah negara China dan Taiwan.

"Hasil tangkapan itu informasi dari mereka, yang dari polisi karena kerja sama dengan polisi china itu dapat 1,6 ton. Lalu, kita dari BNN juga kerjasama dengan Agensi Coast Guard Taiwan. Kita dapat sekitar 1 ton 25 kilo. Itu yang kita lakukan," kata Heru.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved