Cuma Pakai Sendal Jepit, Iwantoro Semringah Boleh Ketemu Sandi

"Maaf ya pak saya cuma pakai sendal jepit," ungkapnya dibalas Sandi dengan tawa dan jabatan tangan.

Cuma Pakai Sendal Jepit, Iwantoro Semringah Boleh Ketemu Sandi
Warta Kota/Dwi Rizki
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno didampingi Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin bertemu para ibu yang berbelanja sembako di Jakgrosir, Pasar Induk Kramatjati, Kramatjati, Jakarta Timur pada Jumat (4/6/2018). Potongan harga spesial didapatkan para ibu ketika berbelanja menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP). 

SENYUM Iwantoro (42) petani asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah masih merekah saat ditemui di pelataran Gudang Bahan Pangan Pokok, Pasar Induk Kramatjati, Kramatjati, Jakarta Timur pada Jumat (4/5/2018) siang.

Dirinya tidak menyangka dapat kembali bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno walau tidak berpakaian rapih.

Mengenakan kaos, celana 3/4 dan sandal jepit, anggota Gapoktan Giri Makmur itu awalnya khawatir bakal ditolak staf PD Pasar Jaya ketika meminta ijin bertemu dengan Sandi-sapaan Sandiaga Salahudin Uno, yang meninjau pasokan bahan pangan di Pasar Induk Kramatjati. Namun sesaat dipertemukan oleh petugas protokoler, hatinya berubah sumringah.

Sandi yang didampingi Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin dan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni itu justru gembira bertemu dengan dirinya. Sandi tidak mempermasalahkan sendal jepit yang dikenakannya.

"Maaf ya pak saya cuma pakai sendal jepit," ungkapnya dibalas Sandi dengan tawa dan jabatan tangan.

Dalam pertemuan tersebut, dirinya berterima kasih karena lewat kerjasama antara Gapoktan Kabupaten Magelang dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para petani dapat menjual seluruh komoditas pangan langsung ke Pasar Induk Kramatjati. Mengawali kerjasama, pihaknya mengirim sebanyak 3,5 ton cabai saat ini.

"Ini yang pertama, baru 3,5 ton cabe, isinya cabe rawit sama cabe keriting. Cabe rawit kita jual Rp 15.000 sekilo, kalau cabe keriting Rp 21.000 sekilo. Itu semua harga lelang langsung dari kita (petani)," ungkapnya usai melepas Sandi yang melanjutkan tinjauan kita Jakgrosir, Pasar Induk Kramatjati.

Kerjasama yang terjalin diharapkannya dapat terus langgeng. Karena lewat distribusi langsung, harga jual cabe ataupun komoditas sayuran dinilainya sangat adil, berbeda ketika seluruh komoditas ditampung oleh pengepul sejak lama.

Tingginya harga jual, atau setengah dari tawaran pengepul katanya secara langsung meningkatkan pendapatan para petani.

Karena itu mewakili sebanyak 190 kelompok tani yang tersebar di kecamatan Secang, Gerabak, Pakis, Ngablak, Kali Angkrik di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dirinya berterima.

"Sebelumnya semua, ada lebih dari 190 kelompok tani di tujuh kecamatan jual (komoditas) sama pengepul, bukan kita yang langsung jual ke sini. Nah dari kunjungan minggu lalu (Minggu, 29/4/2018), kelompok tani sepakat kerjasama pak Sandi (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta) untuk jual langsung ke sini. Kita sangat berterima kasih, pendapatan Alhamdulillah jauh (meningkat) sekarang," ungkapnya.

Karena itu, para anggota Gapoktan kini semakin semangat untuk meningkat produksi sekaligus kualitas seluruh komoditas tanam mereka.

Terlebih lewat kerjasama yang terjalin, sebanyak 60 persen hasil panen bakal distribusikan ke DKI Jakarta.

"Kita komplit, ada sayuran sampai kacang-kacangan. Cabe sendiri kapasitas produksi kita rata-rata 60 ton per hari, kalau yang masuk ke Jakarta itu sekitar 60 persen. Kerjasama ini juga buat petani semangat untuk coba tanam sayuran lain, sekarang kita baru mulai bawang merah dan putih, tiga bulan panen langsung kita bawa ke sini," tutupnya sumringah. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved