Ulama Imbau Masjid Bersih dari Kegiatan Kampanye Politik

"Saya ingatkan bahwa Takmir Masjid bukan penguasa Masjid tapi pelayan untuk jamaah Masjid. Ngomong politik jangan di Masjid,"

Ulama Imbau Masjid Bersih dari Kegiatan Kampanye Politik
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Ilustrasi: Masjid Istiqlal di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, hingga Rabu (21/2/2018). 

PENGURUS Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Muktabaroh Indonesia DKI Jakarta (JATMI), Rizal Maulana, menyatakan saat ini kondisi masyarakat mulai memanas lantaran memasuki tahun politik.

Ia pun mengharapkan agar para elit politik menghindari kegiatan kampanye di masjid-masjid untuk menjaga kesucian tempat ibadah bagi umat Islam.

"Saya ingatkan bahwa Takmir Masjid bukan penguasa Masjid tapi pelayan untuk jamaah Masjid. Ngomong politik jangan di Masjid, tempatnya di gedung DPR. Takmir masjid letakkan dirimu sebagai pelayan jamaah," kata Rizal melalui keterangan tertulisnya, Kamis (2/5)

Senada dengan Rizal, H Nasrulloh, selaku Ketua Lembaga Takmir Masjid (LTM PCNU) mengimbau agar Masjid tak dijadikan sebagai wadah untuk berkampanye lantaran dapat berpotensi menimbulkan permusuhan bila berbeda pandangan politik.

"Masjid jangan dijadikan sebagai kampanye politik nanti iri lainnya dan timbulkan permusuhan. Masjid untuk menambah Ilmu dan menghadap ke Allah. Sesungguhnya orang yang beriman itu adalah bersaudara. Jangan bermusuhan," tuturnya.

Sementara itu, Andy Syah Alam, selaku ketua panitia menuturkan Tema Cegah Politisasi Masjid sangat penting guna menjaga Ukhuwah Islamiyah demi persatuan NKRI.

"Masjid sebagai sentra umat Islam tanpa ada perbedaan dan seutuhnya Masjid milik seluruh umat Islam. Niat dari hati kita untuk memakmurkan rumah Allah dan mencegah hal-hal yang tidak sesuai dengan peruntukannya," ungkap Andy. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved