Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto: Di Lapas Sukamiskin Saya akan Banyak Belajar Berdoa

Setya Novanto tidak ‎mengajukan banding atas vonis hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Setya Novanto: Di Lapas Sukamiskin Saya akan Banyak Belajar Berdoa
Warta Kota/Henry Lopulalan
TERDAKWA kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto usai mendengarkan keputusan yang dibacakan hakim di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018). 

SETYA Novanto mengatakan siap dipindahkan ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Namun kapan waktu pasti eksekusi terhadap terpidana kasus korupsi KTP elektronik itu, masih belum diketahui.

"Di Sukamiskin saya akan banyak belajar berdoa, berdoa, dan berdoa," ujar Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/5/2018), saat menjadi saksi untuk terdakwa Fredrich Yunadi.

Setya Novanto menyatakan, di Lapas Sukamiskin dirinya akan menjadi rakyat biasa, berbaur dengan narapidana lainnya.

Baca: Fahri Hamzah Sebut Jokowi Kemungkinan Tidak Dapat Tiket Pilpres 2019, Ini Kata Sekjen PDIP

"‎Tentunya saya jadi masyarakat biasa, saya akan berbaur dengan teman yang lain. Saya mohon maaf pada seluruh anggota DPR dan masyarakat Indonesia. Semoga doa positif masih ada hal-hal ke depan yang lebih baik," tuturnya.

Setya Novanto tidak ‎mengajukan banding atas vonis hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Setya Novanto juga diminta membayar uang pengganti sebesar US$7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar yang telah ia berikan ke penyidik KPK.

Hak politik Setya Novanto juga dicabut. Dia dilarang menduduki jabatan publik selama lima tahun, terhitung sejak dirinya selesai menjalani masa hukuman. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help