JPU Masih Menimbang dan Mempelajari Vonis yang Dijatuhkan Dalam Kasus Zoya Dibakar

JPU pikir-pikir dahulu, guna menganalisis, menelaah, dengan cara mendalami secara objektif dan menimbang.

JPU Masih Menimbang dan Mempelajari Vonis yang Dijatuhkan Dalam Kasus Zoya Dibakar
Warta Kota/Muhamad Azzam
Vonis itu dibacakan Hakim Ketua Ketua Musa Arif Aini, saat sidang Vonis di di Pengadilan Negeri Bekasi, di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kamis (3/5/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI -- Muhammad Al Zahra alias Zoya (30) tewas, setelah dilakukan pengeroyokan dan pembakaran karena dituduh mencuri amplifier musola Al-Hidayah kampung cabang empat, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dari keenam terdakwa, Rosadi dijatuhkan hukuman penjara 8 tahun, sementara Najibulah, Zulkahfi, Aldi, Subur dan Karta dijatuhkan hukuman 7 tahun penjara.

Vonis itu dibacakan Hakim Ketua Ketua Musa Arif Aini, saat sidang Vonis di di Pengadilan Negeri Bekasi, di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kamis (3/5/2018).

Atas vonis tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghormati keputusan majelis Hakim.

Namun, pihaknya akan menganalisis untuk melakukan langkah berikutnya.

"Secara keseluruhan, kami banyak mengucapakan terima kasih kepada majelis hakim, telah memeriksa mengadili perkara dari awal ini dengan jujur, adil dan objektif, kami sangat menghormati keputusan hakim hari ini," kata Muhamad Ibnu Fajar kepada Wartawan, usai sidang Vonis, Kamis (3/5/2018).

Ibnu mengungkapkan, terhadap keputusan majelis hakim, tim penuntut umum menyatakan pikir pikir.

"Kami pikir-pikir dahulu, guna menganalisis, menelaah, dengan cara mendalami secara objektif dan menimbang dengan prinsip-prinsip hukum yang ada terhadap putusan hakim. Dengan demikian dalam jangka waktu 7 hari keputusan ini belum memiliki kekuatan hukum tetap. Nanti kita lihat keputusannya seperti apa" katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved