Jennifer Dunn Tidak Tuntas Jalani Rehab karena Kendala Biaya

Wanita yang akrab disapa Jeje itu hanya menjalani tujuh kali rehabilitasi kurang dari tiga bulan.

Jennifer Dunn Tidak Tuntas Jalani Rehab karena Kendala Biaya
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Wanita yang akrab disapa Jeje itu hanya menjalani tujuh kali rehabilitasi kurang dari tiga bulan. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), DR Dicky Oktrianda dari panti rehabilitasi Natura, mengatakan bahwa Jennifer Dunn tidak tuntas menjalani rehabilitasi 2016 lalu.

Wanita yang akrab disapa Jeje itu hanya menjalani tujuh kali rehabilitasi kurang dari tiga bulan, yang menjadi tenggang waktu kesepakatan antara pihak keluarga dengan panti rehabilitasi.

Tidak tuntasnya rehab Jeje dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Pieter Ell usai jalani persidangan Jeje di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018).

"Jadi Jeje itu tidak tuntas rehabnya karena kekurangan biaya," kata Pieter Ell.

Kemudian, Pieter melanjutkan bahwa dari keterangan Dicky, Jeje masih dalam orang yang masih ketergantungan narkoba.

"Jadi kan menurut saksi DR Dicky, Jeje itu belum tuntas rehab. Jadi terdakwa masih dalam kategori sakit adiksi (ketergantungan) sehingga perlu dijalani lagi rehabilitasi dalam hukumannya sekarang," ucapnya.

Pieter menambahkan bahwa ia menilai kliennya itu memang korban penyalahgunaan narkotika. Dimana dalam kasusnya, Jeje ditangkap akibat kepemilikan dan penggunaan sabu-sabu.

"Karena kan 2006 itu Jeje positif amfetamin dan metafetamin. Terus juga harusnya rehab enam bulan rawat inap, tapi cuman tiga bulan rehab berjalan. Nah makanya kami menginginkan rehabilitasi untuk terdakwa," jelasnya.

Lanjut Pieter, berdasarkan keterangan saksi Dicky yakni Dokter dari Panti Rehabilitasi Natura bahwa ia yakin majelis hakim akan berpihak kepada Jeje.

"Kami yakin dan berharap hakim memutus perkara dengan memberikan terdakwa rehabilitasi," ujar Pieter Ell.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help