Korupsi KTP Elektronik

Hari Ini Setya Novanto dan Istrinya Bersaksi untuk Fredrich Yunadi

Setya Novanto merupakan orang yang diduga dibantu oleh Fredrich agar lolos dari proses penyidikan

Hari Ini Setya Novanto dan Istrinya Bersaksi untuk Fredrich Yunadi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018). 

SIDANG kasus merintangi penyidikan KTP elektronik yang menjerat mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, akan kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (3/5/2018) hari ini.

Agendanya, melanjutkan pemeriksaan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, di antaranya mantan Ketua DPR sekaligus terpidana kasus KTP elektronik Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani Tagor. Setya Novanto merupakan orang yang diduga dibantu oleh Fredrich agar lolos dari proses penyidikan

"SN dan Deisti akan dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Fredrich Yunadi," ujar anggota tim JPU KPK M Takdir Subhan.

Baca: Fredrich Yunadi Janji Tak Ngeyel dan Bikin Pusing Petugas Rutan Cipinang

Saksi-saksi tersebut diharapkan dapat memberikan keterangan tentang kejadian sebelum Novanto mengalami kecelakaan hingga akhirnya dibawa ke RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, 16 November 2017.

Sapriyanto Refa selaku kuasa hukum Fredrich, belum bisa memastikan siapa saja saksi meringankan (a de charge) dan ahli yang bakal dihadirkan ke persidangan.

Tim kuasa hukum masih terus melakukan koordinasi dengan Fredrich guna menyiapkan ahli dan saksi meringankan, yang diharapkan bisa mematahkan dakwaan jaksa KPK.

Baca: Mau Jadi Anggota DPD, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno Mengundurkan Diri

"Kemungkinan sidang minggu depan kami hadirkan ahli dulu, setelah itu baru saksinya. Saksi meringankan masih kami terus obrolin dengan Pak Fredrich. Tapi, kalau memang nantinya tidak ada saksi fakta yang meringankan, ya tidak bisa dipaksakan," papar Sapriyanto.

Dalam persidangan, Fredrich Yunadi selaku pengacara didakwa merintangi atau menghalang-halangi penyidikan yang dilakukan oleh KPK terhadap Setya Novanto.

Fredrich bersama dokter Bimanesh Sutarjo diduga bekerja sama memasukkan Novanto ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta. Dua orang berbeda profesi itu diduga merekayasa sakitnya Novanto agar bisa lolos dari proses hukum di KPK.

Saat ini, kasus Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo masih diproses dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sedangkan Setya Novanto sudah divonis 15 tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan KTP elektronik di Kemendagri bernilai Rp 5,9 triliun. (*)

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help