Tragedi Remaja Cewek Korban Perdagangan Orang Dijanjikan Bayaran 100 Ribu Per Jam

Dia menjadi korban perdagangan orang atau human traffiking dengan dikirimkan ke Nabire Provinsi Papua.

Tragedi Remaja Cewek Korban Perdagangan Orang Dijanjikan Bayaran 100 Ribu Per Jam
Warta Kota/Muhammad Azzam
Polisi telah menahan dua orang tersangka, yakni Ika Dewi Rahmwati (44), dan Novi (22). Novi adalah pelaku yang mengenalkan WN kepada Ika, kemudian Ika diduga wanita penyalur tenaga kerja ke Papua. 

WARTA KOTA, BEKASI -- WN (16), gadis remaja asal Bekasi, menjadi korban perdagangan orang atau human traffiking dengan dikirimkan ke Nabire Provinsi Papua.

WN diimingi-imingi bayaran Rp 100 ribu per jam menjadi pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di Nabire, Papua.

"Korban belum bekerja dan butuh uang. Saat dapat tawaran dengan diiming-imingi gaji Rp 100 ribu per jam dan biaya akomodasi berangkat ke Papua gratis, akhirnya korban mau," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jairus Saragi, di Mapolres Metro Bekasi Kota, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Rabu (2/5/2018).

Menurut Jairus, keterangan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan keterangan pelaku.

"Korban dibohongi yang katanya biaya akomodasi gratis tetapi harus membayarnya dengan dipotong dari uang gajinya. Berdasarkan keterangan saksi biaya akomodasi itu 11 juta kepada pemilik tempat karoke,"ujarnya.

Saat ini, pihaknya juga masih terus menyelidiki kasus dan berkoordinasi dengan Polres Nabire Papua

"Kita akan selidiki lebih lanjut kasus ini, kita juga ingin memastikan kondisi korban baik-baik saja dan bisa memulangkannya kepada orang tuanya di Bekasi," jelas Jairus.

Kini, polisi telah menahan dua orang tersangka, yakni Ika Dewi Rahmwati (44), dan Novi (22).

Novi adalah pelaku yang mengenalkan WN kepada Ika, kemudian Ika diduga wanita penyalur tenaga kerja ke Papua.

Ika mendapatkan honor sebesar Rp 1.500.000 setiap kali memberangkatkan orang ke Papua, sedangkan Novi mendapatkan Rp 500 ribu.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Exploitasi anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 dan pasal 6 UU RI No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 88 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help