Tarno yang Jadi Korban Tewas Tertimbun Belum Ditemukan sebagai Anggota BPJS Ketenagakerjaan

kewajiban memberi santunan atas musibah tersebut harus ditanggung oleh perusahaan dalam hal ini PT Bone Mitra Abadi.

Tarno yang Jadi Korban Tewas Tertimbun Belum Ditemukan sebagai Anggota BPJS Ketenagakerjaan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Seorang pekerja bernama Tarno (42) tertimbun lubang galian di Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (1/5/2018) pukul 16.30 WIB. 

WARTA KOTA, PADEMANGAN -- BPJS Ketenagakerjaan Belum Temukan Tarno Terdaftar Sebagai Peserta

Laporan Wartawan Warta Kota
Junianto Hamonangan

PADEMANGAN, WARTA KOTA
Data Tarno (42) pekerja yang tertimbun galian di Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara, belum ditemukan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk sementara kami belum menemukan atas nama Pak Tarno sebagai peserta, dalam hal ini belum didaftarkan,” ucap Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Pepen S. Almas, Rabu (2/5).

Alhasil kewajiban memberi santunan atas musibah tersebut harus ditanggung oleh perusahaan dalam hal ini PT Bone Mitra Abadi.

Menurutnya ahli waris harus mendapat manfaat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Nanti, si pemberi kerja harusnya memberikan benefit sebesar apa yang menjadi ketentuan BPJS karena menjadi peserta itu wajib termasuk dalam hal ini almarhum sebagai pekerja jasa konstruksi,” katanya.

“Ahli waris harus dapatkan manfaat sebesar Rp 180 juta dari pemberi kerja,” katanya.

Jumlah Rp 180 juta tersebut berdasarkan rincian perlindungan Jamsostek sebesar 48 kali gaji, biaya kematian, dan biaya santunan berkala. Rincian jaminan sosial tersebut akan didapatkan setelah Tarno dinyatakan mengalami kecelakaan kerja.

“Kami ingin pastikan bahwa ini betul-betul dikatakan kecelakaan kerja. Apabila sudah dinyatakan kecelakaan kerja, maka pekerja atau buruh akan mendapatkan benefit sebagai mana yang diatur dalam PP 14 Tahun 2015,” katanya.

Sekadar informasi, seorang pekerja bernama Tarno (42) tertimbun lubang galian di Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (1/5) sekira pukul 15.00 WIB.

Korban bersama rekan-rekannya dari PT Bone Mitra Abadi, sedang menggali saluran PAM Air Palya. Namun tiba-tiba terjadi longsor dari dinding galian di kedalaman tiga meter. Korban yang berada di dalam lubang, akhirnya terjebak dan tertimbun.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help