Satu Bulan dari Sekarang, Karyawan dan Awak Kabin Garuda Indonesia Ancam Mogok

Gonjang-ganjing permasalahan di internal PT Garuda Indonesia Tbk. antara karyawan dan jajaran direksi belum juga selesai.

Satu Bulan dari Sekarang, Karyawan dan Awak Kabin Garuda Indonesia Ancam Mogok
Warta Kota/Rangga Baskoro
Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) mengancam akan melakukan mogok. Rencana itu terungkap ketika Sekarga memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (2/5/2018). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG---Gonjang-ganjing permasalahan di internal PT Garuda Indonesia Tbk. antara karyawan dan jajaran direksi belum juga selesai.

Hal itu menyebabkan karyawan yang tergabung dalam Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) mengancam akan melakukan mogok.

Baca: Garuda Indonesia Digugat Penumpang yang Tersiram Air Panas Rp 11 Miliar

"Perlu diketahui, mogok ini bukan tujuan utama kami, karena ada hal yang membahayakan kelangsungan Garuda. Kami sudah bersurat ke presiden dan menteri, tapi belum ada tanggapan. Kalau enggak diperhatikan akan kami lakukan mogok," kata Ketua Umun Sekarga, Ahmad Irfan Nasution, kepada wartawan, Rabu (2/5/2018).

Mereka menuntut agar pemerintah pusat bisa mengurangi jumlah direksi dari delapan menjadi enam orang saja.

Baca: Garuda Indonesia Siapkan 14 Pesawat Wide Body Bagi Jamaah Haji Indonesia

Dua orang direksi yang dinilainya tidak berkompeten dan hanya menyebabkan PT Garuda Indonesia berada diambang kehancuran adalah Direktur Marketing dan IT, dan Direktur Kargo.

Irfan menyadari memerlukan waktu untuk merestrukturisasi direksi. Oleh sebab itu Sekarga memberi batas waktu satu bulan dari sekarang hingga pemerintah memenuhi tuntutan mereka.

"Kami enggak mungkin meminta hal yang enggak mungkin. Sehingga kami minta satu bulan dari sekarang. Kami bukan minta sama manajemen, tapi minta sama pemerintah. Mogok bukan tujuan kami. Tapi kalau ada orang lain yang mau menghancurkan perusahaan ini, kami akan lakukan itu," katanya.

Baca: Garuda Indonesia Travel Fair Digelar Lagi, Catat Tanggalnya!

Bahkan Irfan memastikan semua kru, baik awak mau pilot beserta pramugari, akan mengikuti Sekarga untuk melakukan mogok apabila tuntutan mereka tidak didengarkan.

"Kami memohon maaf kepada para penumpang. Kami sadari betul dampaknya kepada masyarakat. Tapi kami akan memberitahukannya lagi kepada masyarakat apabila sudah kami tentukan harinya," kata Irfan.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help