P2TP2A Bekasi Berupaya Memulangkan Gadis yang Diduga Korban Perdagangan Orang

P2TP2A sedang menyusun skema pemulangannya WN ke tempat tinggalnya di Kampung Teluk Buyung RT 05/07, Margamulya, Bekasi Utara.

P2TP2A Bekasi Berupaya Memulangkan Gadis yang Diduga Korban Perdagangan Orang
Radio Times
Ilustrasi penculikan. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bekasi, Jawa Barat menyatakan bakal memulangkan seorang gadis berinisial WN (16) yang diduga menjadi korban perdagangan anak di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

Sampai saat ini, P2TP2A sedang menyusun skema pemulangannya WN ke tempat tinggalnya di Kampung Teluk Buyung RT 05/07, Margamulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Ketua P2TP2A Kota Bekasi, Lili Wahidah mengatakan, WN saat ini masih tertahan di Cafe Ginting yang berlokasi di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua sejak Februari 2018.

Dia kesulitan pulang karena katanya memiliki tunggakan utang Rp 11 juta kepada pihak sponsor dan pemilik tempat hiburan.

"Informasinya utang itu berdasarkan biaya akomodasi serta kebutuhan hidup selama di Nabire," kata Lili pada Rabu (2/5/2018).

Hal itu disampaikan Lili saat mendatangi jumpa pers soal dugaan penjualan orang yang melibatkan dua tersangka yakni NV (22) dan ID (44) oleh Polrestro Bekasi Kota Jalan Pramuka, Bekasi Selatan. Rupanya WN adalah satu dari tiga korban dugaan penjualan manusia.

Dua korban lainnya yakni A dan WT sudah lebih dulu pulang ke Bekasi pada awal April 2018 setelah melunasi utangnya kepada sponsor. "Target kami secepatnya WN bisa kembali ke keluarganya," ujar Lili.

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari menyatakan, utang Rp 11 juta yang kini ditanggung WN telah gugur demi hukum. Utang itu, kata dia, berdasarkan dari transaksi penjualan orang yang melanggar Pasal 2 dan 6 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

"Kita ingin WN cepat pulang, tidak ada ceritanya utang korban menghambat pemulangannya," ujarnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help