Manajemen Garuda Sebut Penambahan Direksi Demi Pengembangan Bisnis

Salah satu hal yang dituntut adalah agar Menteri BUMN Rini Soemarno bisa mendorong melakukan RUPS ulang.

Manajemen Garuda Sebut Penambahan Direksi Demi Pengembangan Bisnis
Warta Kota/Rangga Baskoro
Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) mengancam akan melakukan mogok. Rencana itu terungkap ketika Sekarga memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (2/5/2018). 

WARTA KOTA, GAMBIR---Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) mengancam akan melakukan mogok satu bulan dari sekarang untuk menuntut agar pemerintah mau turun tangan mengatasi permasalahan internal di PT Garuda Indonesia Tbk.

Salah satu hal yang dituntut adalah agar Menteri BUMN Rini Soemarno bisa mendorong melakukan RUPS ulang agar melakukan efisiensi jumlah direksi yang dinilainya menambah biaya operasional.

Baca: Ditanya Tanggung Jawab kepada Penumpang Kalau Mogok, Jawaban Karyawan Garuda

Menjawab hal tersebut, manajemen Garuda menyatakan penambahan direksi kargo yang menjadi keluhan para karyawan adalah demi melakukan pengembangan bisnis perusahaan maskapai tersebut.

"Perlu kami sampaikan juga bahwa sejalan dengan tantangan industri penerbangan yang kian kompetitif, perusahaan turut mengembangkan berbagai model bisnis dalam memaksimalkan potensi pasar, yang salah satunya dilakukan melalui utilisasi pasar kargo," kata Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia, Hengki Heriandoni, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (2/5/2018).

Baca: Dampak Kekisruhan Internal Karyawan, Saham PT Garuda Indonesia Tbk Terus Anjlok

Ia menyampaikan lini kargo maskapai Garuda semakin berkembang pada tahun 2017 atau mengalami peningkatan sejak setahun yang lalu.

"Melalui lini usaha kargo udara, sepanjang tahun 2017 Garuda Indonesia berhasil mengangkut 446,8 ribu ton angkutan kargo, meningkat sebesar 7,4 persen dibandingkan tahun 2016 dengan pendapatan kargo Garuda Indonesia yang meningkat sebesar 8,2 persen menjadi 237,1 juta dolar AS tahun 2017," kata Hengki.

Manajemen mengaku telah mengakomodasi tuntutan karyawan yang meminta untuk melakukan efisiensi jumlah direksi.

"Berdasarkan hasil RUPST 2018, pemegang saham juga telah mengakomodasi tuntutan serikat sebelumnya dalam kaitan dengan pengurangan jumlah direksi dengan meniadakan posisi direktur produksi dan mengangkat direktur operasi dan direktur teknik," katanya.

Baca: Satu Bulan dari Sekarang, Karyawan dan Awak Kabin Garuda Indonesia Ancam Mogok

Struktur direksi sebanyak delapan orang yang dimiliki Garuda saat ini merupakan upaya perusahaan untuk mempertimbangkan tantangan bisnis yang ada dan menyesuaikan dengan volume bisnis perusahaan yang terus meningkat sejalan dengan ekpansi bisnis yang dijalankan perusahaan.

"Peningkatan volumen bisnis tersebut tentunya membutuhkan penyesuaian struktur manajemen agar kedepannya kinerja bisnis perusahaan dapat terus selaras dengan tantangan persaingan industri penerbangan dunia yang semakin kompetitif," katanya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved