KIsah Wanita Berhijab Penolong Anjing Liar, Dihujat dan Diancam Dibunuh (1)

Dia yakin, hanya Tuhanlah yang Maha Tahu dan berhak menilai niat baik seseorang, bukan "netizen" yang kerap mengecapnya "perempuan tidak benar".

KIsah Wanita Berhijab Penolong Anjing Liar, Dihujat dan Diancam Dibunuh (1)
Dok. Facebook
DESY Marlina Amin, perempuan berhijab penolong hewan liar di jalanan, termasuk anjing, di Lombok Tengah, NTB. Aksinya menuai kontroversi. Hujanan dan bahkan ancaman kerap diterimanya. 

MALAM itu, setelah menunggu kira-kira satu jam, selepas azan Isya, Desy Marlina Amin, perempuan berjilbab yang senang merawat anjing dan kucing liar, muncul dengan senyumnya di ruang tamu rumahnya di Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Dia menjabat tangan lalu meminta maaf karena membuat tamu menunggu lama. Dia mengaku baru saja dipijat. Tak ada salakan anjing yang terdengar malam itu, tak ada pula anjing yang berseliweran di lingkungan rumahnya. Hanya ada beberapa kucing yang lalu lalang memecah remang malam.

Belakangan Desy menjelaskan bahwa seratusan anjing peliharaannya dititipkannya di rumah orang lain yang bersedia memeliharanya.

Desy lalu menuturkan bahwa dirinya sekarang sudah bisa menerima dengan legawa hujatan ataupun sindiran terkait aktivitasnya merawat hewan liar di jalanan, terutama anjing.

Dia mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya selama ini tidak bermaksud membuat sensasi atau melecehkan agama yang dianutnya. Motivasinya semata kasih sayang untuk semua makhluk, termasuk hewan-hewan telantar, seperti kucing dan anjing jalanan.

Baca: Kisah Wanita Berhijab Penolong Anjing Liar, Rezeki dan Pertolongan Allah yang Atur (2)

Binatang juga Punya Perasaan

Sejak kecil, lanjut Desy, dia sudah suka sekali berinteraksi dengan hewan, baik itu binatang peliharaan, ternak, maupun liar. Tak cuma anjing dan kucing. Pernah dulu waktu kecil, Desy memiliki anjing yang sangat setia kepadanya. Anjing itu yang menemani ketika hendak berangkat mengaji.

Dari seberang sungai yang dilewati Desy pergi mengaji, anjing itu menunggunya hingga pulang mengaji. Demikian juga saat Desy berangkat sekolah, Desy mengaku selalu diantar anjing itu. Sepulang sekolah, dia pun makan siang dengan ditemani sang anjing.

Desy hanya yakin bahwa semua mahluk hidup di dunia ini memiliki perasaan yang sama seperti manusia, termasuk anjing-anjing liar atau hewan-hewan telantar yang tidak bertuan di luar sana.

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help