Kali Pesanggrahan Dikeruk Spider Amphibi untuk Tanggulangi Banjir

Banjir di sini sudah sering sekali karena posisi jembatan dan Kai Pesanggrahan tingginya nyaris sama.

Kali Pesanggrahan Dikeruk Spider Amphibi untuk Tanggulangi Banjir
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sedimentasi karena sampah dan lumpur di Kali Pesanggrahan di Kampung Bulak Barat, RW 7, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kota Depok, sudah terjadi cukup parah. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sedimentasi karena sampah dan lumpur di Kali Pesanggrahan di Kampung Bulak Barat, RW 7, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kota Depok, sudah terjadi cukup parah.

Akibatnya air selalu meluap dan selau mengakibatkan banjir di lokasi sekitar meski hujan hanya turun sesaat saja.

Bahkan banjir tak jarang menggenangi dan menutup badan jembatan penghubung wilayah Cipayung dan Pasir Putih, Sawangan, di kawasan itu.

Sedimentasi karena sampah dan lumpur di Kali Pesanggrahan di Kampung Bulak Barat, RW 7, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kota Depok, sudah terjadi cukup parah.
Sedimentasi karena sampah dan lumpur di Kali Pesanggrahan di Kampung Bulak Barat, RW 7, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kota Depok, sudah terjadi cukup parah. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Karena hal itu, Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok sejak sepekan terakhir telah melakukan pengerukan sampah dan lumpur di Kali Pesanggrahan.

Pengerukan dilakukan dengan menurunkan Satgas Banjir dan juga satu alat berat.

"Selain kami turunkan satgas ke sana, juga kami turunkan satu alat berat berupa spider amphibi untuk mengeruk sampah dan lumpur ke sana," kata Kabid SDA Dinas PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianti, kepada Warta Kota, Rabu (2/5/2018).

Sedimentasi karena sampah dan lumpur di Kali Pesanggrahan di Kampung Bulak Barat, RW 7, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kota Depok, sudah terjadi cukup parah.
Sedimentasi karena sampah dan lumpur di Kali Pesanggrahan di Kampung Bulak Barat, RW 7, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kota Depok, sudah terjadi cukup parah. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Menurut Citra sejumlah kendala dihadapinya dalam pengerukan tersebut, meski sudah menurunkan satu alat berat spider amphibi.

"Cukup sulit dan susah, karena sampahnya gak habis-habis," kata Citra.

Karenanya kata dia, ke depan pengerukan akan dilakukan berkala di sana.

"Paling tidak ini untuk meminimalisir kemungkinan banjir di sana," kata Citra.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved