Home »

News

» Jakarta

Janji Bakal Menikahi, Warga Babelan Cabuli Pacarnya yang Baru Berumur 17 Tahun

Melihat perilaku anaknya berbeda seperti biasanya yang murung, orangtua YA memaksa putrinya bercerita.

Janji Bakal Menikahi, Warga Babelan Cabuli Pacarnya yang Baru Berumur 17 Tahun
Tribun Jateng
Ilustrasi 

APARAT Polres Metro Bekasi meringkus Suherman alias Herman (27), karena mencabuli YA (17) di Kampung Penggilingan Tengah RT 04/06, Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Candra Sukma Kumara mengatakan, pelaku adalah pacar korban, dan berjanji akan menikahi YA.

Peristiwa berawal pada 18 April 2018 sekitar pukul 10.30 WIB. Kala itu, korban pulang sekolah bersama temannya, dan janjian bertemu Suherman. Setelah bertemu, Suherman mengajak korban ke rumah orangtuanya di Kampung Penggilingan Tengah.

Baca: Jokowi Tolak Permintaan Persaudaraan Alumni 212 untuk Dorong Polisi Hentikan Kasus Rizieq Shihab

"Di sana korban disuruh masuk ke rumah. Selanjutnya pelaku merayu akan menikahi korban. Pelaku mencabuli korban dengan cara mencium, serta memasukkan jari ke kemaluan korban," tutur Candra.

Saat Suherman berusaha menyetubuhi korban, teman YA melihat dan mencegahnya.

"Saat ketahuan, pelaku tidak jadi berhubungan badan. Pelaku langsung pergi dan mengancam agar tidak menceritakan kejadian ini kepada orangtua korban. Kalau menceritakan, foto bugil korban akan disebar ke media sosial," beber Candra.

Baca: Jadi Direktur Utama Bulog, Buwas: Enggak Ada yang Bisa Mainin Perut Orang Indonesia

Melihat perilaku anaknya berbeda seperti biasanya yang murung, orangtua YA memaksa putrinya bercerita, hingga akhirnya mengakui kejadian yang menimpanya. Kemudian korban diantar Ibunya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babelan.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Babelan bergerak melakukan penyelidikan, hingga akhirnya pelaku diringkus di Kampung Penggilingan Tengah, Minggu (22/4/2018).

Polisi juga menyita barang bukti berupa hasil Visum Et Repertum (VER) dengan nomor: R/470/VER-PPT-KSA/IV/2018/Rumkit Bhay Tk I, satu seragam Pramuka warna cokelat, satu rok Pramuka, satu celana panjang, satu jaket, satu bra warna ungu, celana dalam biru, dan celana dalam pink.

Atas perbuatannya, Herman dijerat pasal 82 ayat (2) UU 35/2014 atau pasal 81 ayat (2) atas perubahan UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 300 juta. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help