Hari Buruh

Rieke Diah: Isu Tenaga Kerja Asing Jangan Sampai Memecah Belah Buruh Indonesia

Kerjasama dengan pihak luar negeri sangat penting mengingat ada sekitar tiga juta TKI yang bekerja di sejumlah negara.

Rieke Diah: Isu Tenaga Kerja Asing Jangan Sampai Memecah Belah Buruh Indonesia
Warta Kota/Dwi Rizki
KETUA Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) Rieke Diah Pitaloka (depan, ketiga dari kanan) berpose di tengah-tengah aksi puluhan ribu anggota KRPI di kawasan Patung Kuda, selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). Mereka menuntut agar pemerintahan Jokowi-JK mengesahkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan membentuk Badan Riset Nasional. 

ISU soal invasi Tenaga Kerja Asing (TKA) terkait terbitnya Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan TKA ditentang kalangan buruh Indonesia. Para buruh menilai kebijakan yang dilahirkan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo itu dapat mengurangi kesempatan kerja warga pribumi.

Menanggapi hal tersebut Ketua Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) Rieke Diah Pitaloka berharap agar isu tersebut tidak menjadi perpecahan, Peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh pada hari ini, Selasa (1/5/2018) diharapkan dapat menjadi pemersatu buruh Indonesia.

"Kita ada yang namanya perjuangan yang namanya Trilayak Rakyat Pekerja, di situ secara menyeluruh sudah diperinci bagaimana kerja layak, upah layak, dan hidup layak," ungkapnya di sela-sela Karnaval Rakyat Pekerja Indonesia yang digelar Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) di Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (1/5/2018).

"Kerja layak itu kondisi-kondisi bagaimana juga harus ada proteksi, harus ada akses yang baik bagi tenaga kerja Indonesia tanpa kita mengatakan anti tenaga kerja asing dan kita tidak ingin isu ini kemudian diangkat menjadi isu perpecahan," jelasnya.

Kerjasama dengan pihak luar negeri katanya sangat penting mengingat ada sebanyak tiga juta warga indonesia yang kini menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Hubungan baik itu diharapkannya dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dialami para TKI.

"Ya karena ada kurang lebih yang terdata saja ada tiga juta TKI kita di luar negeri. Jadi kita melakukan juga kerjasama, dukungan dengan para pekerja di luar negeri untuk membantu jika ada masalah terhadap TKI kita yang bekerja di luar negeri," tutupnya menambahkan.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved