Hari Buruh

Pegawai Honorer se-Nusantara Minta Diangkat Jadi PNS

"Sampai sekarang ngga ada kejelasan status, sementara umur terus tambah, kita pasti kalah sama (pegawai) yang muda-muda..."

Pegawai Honorer se-Nusantara Minta Diangkat Jadi PNS
Warta Kota/Dwi Rizki
KARNAVAL Rakyat Pekerja Indonesia diikuti ribuan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) di kawasan Patung Kuda, selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). Mereka menuntut agar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disahkan pemerintahan Jokowi-JK. 

KARNAVAL Rakyat Pekerja Indonesia yang digelar Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) dalam Peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh pada hari ini, Selasa (1/5/2018) turut diikuti oleh ratusan anggota Aparatur Sipil Negara (KNASN)'>Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KNASN) dari seluruh Nusantara.

Mereka menuntut agar pemerintah dapat mengesahkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kita masih menunggu Undang-undang ASN disahkan, kalau nggk nasib honorer bakal terus seperti sekarang, kontrak terus setiap tahun," ungkap Nur Baiti, Penanggung Jawab Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) DKI Jakarta, KNASN di sela-sela karnaval.

KARNAVAL Rakyat Pekerja Indonesia diikuti ribuan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) di kawasan Patung Kuda, selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). Mereka menuntut agar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disahkan pemerintahan Jokowi-JK.
KARNAVAL Rakyat Pekerja Indonesia diikuti ribuan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) di kawasan Patung Kuda, selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). Mereka menuntut agar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disahkan pemerintahan Jokowi-JK. (Warta Kota/Dwi Rizki)

Honorer yang tergabung dalam FHK2I di wilayah DKI Jakarta diungkapkannya ada sebanyak 3.000 orang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Mereka telah bekerja dengan masa pengabdian lebih dari sepuluh tahun, tetapi nasibnya masih tidak menentu saat ini.

"Kita semua dari berbagai profesi, mulai dari bidan, perawat, staf kelurahan-kecamatan, guru, dishub, kebersihan, Satpol PP sampai Pamdal (Kotamadya), tapi sampai sekarang ngga ada kejelasan status, sementara umur terus tambah, kita pasti kalah sama (pegawai) yang muda-muda," ungkapnya.

PNS

KARNAVAL Rakyat Pekerja Indonesia diikuti ribuan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) di kawasan Patung Kuda, selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). Mereka menuntut agar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disahkan pemerintahan Jokowi-JK.
KARNAVAL Rakyat Pekerja Indonesia diikuti ribuan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) di kawasan Patung Kuda, selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). Mereka menuntut agar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disahkan pemerintahan Jokowi-JK. (Warta Kota/Dwi Rizki)

Lewat momen May Day, dirinya mewakili honorer di seluruh Nusantara menuntut agar pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla dapat mengangkat seluruh honorer Kategori 2 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu, pemerintah dapat memberikan lima jaminan, antara lain kesehatan, ketenagakerjaan, Tunjangan Hari Tua (pensiun), kecelakaan dan kematian.

"Harapan segera membuat payung hukum agar dapat mengangkat honorer menjadi PNS. Gaji sudah UMP (DKI Jakarta), Rp 3,6 sebulan, tapi tunjangan dan jaminan kita belum dapat. Itu yang kita minta menunggu Undang-undang ASN disahkan," jelasnya.

Karnaval Rakyat Pekerja Indonesia yang digelar Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) diramaikan ribuan anggota yang berasal dari beragam elemen, antara lain Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Federasi Pekerja Pos Logistik Indonesia (FPPLI), Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI)

KARNAVAL Rakyat Pekerja Indonesia diikuti ribuan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) di kawasan Patung Kuda, selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). Mereka menuntut agar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disahkan pemerintahan Jokowi-JK.
KARNAVAL Rakyat Pekerja Indonesia diikuti ribuan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) di kawasan Patung Kuda, selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). Mereka menuntut agar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disahkan pemerintahan Jokowi-JK. (Warta Kota/Dwi Rizki)

Ketua KRPI, Rieke Diah Pitaloka membuka secara langsung karnaval. Diiringi musik tanjidor, longmarch di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya dari Patung Kuda Menuju Istana Negara.

Walau begitu, belum terlihat adanya rekayasa lalu lintas. Arus kendaraan di Jalan Lingkar Monas Masih dibuka. Begitu juga dengan bus Transjakarta, seluruh masih beroperasi walau harus melambat saat bersinggungan dengan rombongan buruh.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved