Home »

Bisnis

» Mikro

Minat Mudik Gratis Pakai Kapal Laut Masih Rendah, Okupansi Baru 36 Persen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, minat masyarakat mudik menggunakan kapal laut masih rendah.

Minat Mudik Gratis Pakai Kapal Laut Masih Rendah, Okupansi Baru 36 Persen
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 

WARTA KOTA, PALMERAH---Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, minat masyarakat mudik menggunakan kapal laut masih rendah, sekalipun pemerintah telah menyediakan program gratis pulang kampung halaman menggunakan angkutan itu.

"Mudik menggunakan kapal laut memang belum menjadi suatu cara mudik untuk orang di Pulau Jawa dari Jakarta ke Semarang," kata Budi Karya Sumadi kepada wartawan, seperti dilansir Antaranews.com, Selasa (1/5/2018).

Baca: PUPR Pesimistis Tol Cisumdawu Seksi 1 dan 2 Bisa Diakses Pemudik

Budi mengatakan, untuk mudik menggunakan kapal laut perlu terus disosialisasi kepada masyarakat serta dilakukan edukasi, sehingga kapal laut bisa menjadi pilihan utama.

Untuk program mudik gratis Lebaran 2018 menggunakan kapal laut, Budi mengatakan, pemerintah menyediakan 33.000 orang dan 16.000 sepeda motor gratis dari Jakarta ke Semarang.

Baca: Pelni Prediksi Jumlah Pemudik Kapal Laut Naik Empat Persen

"Tapi, sampai saat ini tingkat okupansinya masih 36 persen yang menggunakan kapal laut untuk mudik," katanya.

Mudik menggunakan kapal laut paling ramai terjadi untuk kapal yang melayani jurusan kota-kota di Kalimantan bagian selatan ke Semarang dan Surabaya.

Baca: Mudik Bareng Lintas Komunitas 2018 Kembali Digelar

Pemudik yang banyak menggunakan kapal laut itu, menurut Budi, adalah pekerja yang selama ini bekerja di kota-kota di Kalimantan.

Pemerintah akan terus mengedukasi kepada masyarakat mengenai mudik menggunakan kapal laut sehingga akan makin banyak yang mudik menggunakan moda laut.

Budi mengatakan, kapal yang digunakan untuk mudik gratis tahun ini adalah kapal milik Kementerian Perhubungan yang nanti akan diserahkan kepada perusahaan BUMN dan swasta.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help