Jaksa Tolak Semua Pembelaan Ahmad Dhani

Pembelaan musisi Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani (45) atas dakwaannya, rupanya ditolak semuanya oleh Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa Tolak Semua Pembelaan Ahmad Dhani
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Ahmad Dhani Prasetyo 

EKSEPSI atau pembelaan musisi Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani (45) atas dakwaannya, rupanya ditolak semuanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU menolak empat poin pembelaannya dalam kasus dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

Dimana menurut JPU, cuitan Pentolan grup band Dewa 19 itu, sudah sesuai dan telah melanggar tindak pidana ujaran kebencian, dengan mengacu pada pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHP.

Usai persidangan, Dhani menegaskan dirinya kecewa dengan JPU yang telah menolak eksepsi yang dituangkan oleh tim kuasa hukumnya tersebut.

"Tadi kalau misalkan saya boleh nanya, sebenarnya saya pengin nanya sama jaksa. Saya mau tanyain itu, saya menyebarkan kebencian itu kepada siapa?," kata Ahmad Dhani.

Suami dari penyanyi Mulan Jameela itu menambahkan, bahwa cuitannya di media sosial twitter juga mengaju pada UU kebebasan berpendapat, yang tidak memenuhi unsur suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

"Jangan-jangan saya dianggap menyebarkan kebencian kepada pembela penista agama. Jangan -jangan pembela penista agama dijadikan sebuah golongan, yang kemudian menjadi pertanyaan . Ini menjadi teka teki besar dalam masalah ini," ucapnya.

"Saya dianggap menyebarkan kebencian kepada SARA apa? Saya sendiri sampai sekarang belum tahu salah saya dimana," ucapnya.

Bagi Dhani, ia merasa tidak menyebarkan kebencian yang berbau SARA dan LGBT. Karena ia merasa tidak pernah tahu soal kasus yang sedang dihadapinya, serta poin permaslahannya.

"Semuanya kembalikan ke hakim. Tergantung dari hakim, kalau hakim merasa saya mengujarkan ujian kebencian kepada suku Cina," ujar Ahmad Dhani Prasetyo.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help