Home »

Seleb

» Gosipi

Eksepsi Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Ditolak Jaksa

Musisi Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani (45) kembali menjalankan persidangan atas kasus dugaan ujaran kebencian

Eksepsi Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Ditolak Jaksa
Warta Kota/Nur Ichsan
Ahmad Dani didampingi putranya, Al Ghazali, saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta. 

MUSISI Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani (45) kembali menjalankan persidangan atas kasus dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukannya kepada pihak tertentu.

Dhani menjalani sidang ujaran kebencian dengan agenda jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU), atas eksepsi (pembelaan) Dhani, dalam dakwaan dari pihak Jaksa, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta.
Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta. (Warta Kota/Nur Ichsan)

JPU rupanya menolak keseluruhan materi eksepsi yang diajukan Dhani dengan tim kuasa hukumnya, karena menurut jaksa sudah memenuhi unsur atau syarat formil dan materil.

"Menyatakan bahwa surat dakwaan atas nama terdakwa Ahmad Dhani alias Ahmad Dhani Prasetyo telah tertuang dalam no.reg.Per:PDM-221/JKT-SL/Euh.2/03/2018 tanggal 13 maret adalah sah serta sudah memenuhi syarat formil dan materil sebagaimana dimaksudkan dengan ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHP. Kami menyatakan bahwa persidangan tetap dilanjutkan," kata JPU didalam ruang sidang.

Sebelum sidang jawaban JPU atas eksepsi, pentolan grup band Dewa 19 itu melalui tim kuasa hukumnya, mengajukan eksepsi berupa empat poin keberatannya.

Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta.
Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta. (Warta Kota/Nur Ichsan)

Pertama, JPU dinilai tidak menguraikan dengan jelas tindak pidana dalam unggahan twitter milik Ahmad Dhani yang saat ini menjadi barang bukti persidangan.

Kedua, surat dakwaan dianggap tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan penyidikan. Ketiga, kedudukan Dhani dalam surat dakwaan tidak jelas.

Keempat, JPU dinilai tidak cermat dalam menilai fakta pidana yang terjadi dengan ketentuan hukum yang digunakan, untuk menjerat suami dari penyanyi Mulan Jameela itu.

Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta.
Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta. (Warta Kota/Nur Ichsan)

"Penuntut umum sudah menguraikan dalam surat dakwaannya dengan mengacu kepada surat edaran Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor SE- 004/J.A/11/1993 tentang pembuatan surat dakwaan," ungkap JPU.

"Bagi kami, esensinya sudah terlalu jauh masuk ke dalam pembuktian atau sudah memasuki materi pokok perkara sehingga tidak perlu ditanggapi lebih lanjut," tambahnya.

Sehingga, lanjut JPU, mereka meminta majelis hakim mengesampingkan eksepsi dari Dhani dan tim kuasa hukumnya, dan melanjutkan perkara ke agenda berikutnya.

Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta.
Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta. (Warta Kota/Nur Ichsan)

"Kami penuntut umum tetap pada dakwaan semula dan memohon kepada majelis hakim untuk menolak keberatan saudara penasehat hukum terdakwa seluruhnya," jelas JPU. (ARI)

Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta.
Ahmad Dani saat menunggu persidangan kasus ujaran kebencian yang didakwakan kepadanya, Senin (30/4/2018) di Jakarta. (Warta Kota/Nur Ichsan)
Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help