VIDEO: Cerita Amanda Manopo Sulitnya Bermain di Film Sajen

"Yah susahnya itu, mukanya datar tapi mengartikan kemarahan ditengah sekelilingnya yang sedih. Itu susah banget," kata Amanda

Tidak mudah bagi bintang sinetron dan film Amanda Manopo (18), untuk membintangi film horor perdananya yang bertajuk 'Sajen', karya rumah produksi Starvision.

Pasalnya, Amanda yang memerankan karakter Alanda ini, menjadi siswi di SMA Pelita Bangsa dan menjadi hantu, karena meninggal setelah mendapatkan nilai tinggi disekolahan.

Amanda menjelaskan tantangannya di film 'Sajen', dimana ia harus tetap berkespresi datar saat menjadi hantu, ketika merasakan kesedihan disekitarnya.

"Yah susahnya itu, mukanya datar tapi mengartikan kemarahan ditengah sekelilingnya yang sedih. Itu susah banget," kata Amanda Manopo ketika ditemui dalam press screening dan confrence film 'Sajen', di Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/4/2018).

Meskipun sulit, Amanda mengaku tidak lebih dari lima kali pengambilan gambar, ketika berakting dalam adegan menjadi hantu dengan suasana seperti itu.

"Enggak sampai berkali-kali sih. Cuman satu sampai tiga kali take lah," ucapnya.

Ketika awal mula ditawai film tersebut. Amanda menegaskan dirinya sempat ragu untuk menerima film tersebut. Dimana Amanda mengaku adalah orang yang sangat penakut.

"Mikir berkali-kali sih. Sudah riding pun ambil apa enggak yah. Karena memang enggak pernah nonton film horor sih. Aku juga sangat penakut," ungkapnya.

Namun, karena Amanda merasa terkenal dengan aktingnya di genre drama, ia pengin keluar dari zona nyaman dan menantang dirinya sendiri di peran barunya.

"Tapi karena pengin coba suatu hal yang baru dan keluar dari zona nyaman. Jadi Amanda merasa tertantang," tuturnya.

Lanjut Amanda, setelah mukanya di make up menjadi hantu, ia mengaku bukannya takut malah tertawa. Karena baru pertama kali di make up menjadi hantu.

"Kaget sih, jatohnya bukan kayak film horor. Kayak komedi liat muka sendiri. Tapi dengan ornamen hitam di make up, jadi keren," ujar Amanda Manopo. (Arie Puji Waluyo/ARI).

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved