Sandiaga Bawa Tim OKE OCE ke Semarang, Berharap Tekan Harga Cabai Sebelum Ramadan

Bertahan lebih dari 20 tahun lamanya, usaha yang dirintis Petrus kian tumbuh hingga berhasil menarik pasar mancanegara saat ini.

Sandiaga Bawa Tim OKE OCE ke Semarang, Berharap Tekan Harga Cabai Sebelum Ramadan
instagram
Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno sedang ada di Semarang 

BUKAN hanya menjamin ketersediaan pasokan dan kestabilan harga cabai jelang Ramadan, kunjungan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno ke Jawa Tengah juga berkunjung ke sebuah Sentra produksi bandeng presto dan tempe di daerah Krobokan, Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (29/4/2018).

Dalam kunjungannya bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Darjamuni, Kepala Biro Perekonomian DKI Sri Haryati, Kepala Badan Pembina BUMD DKI Jakarta Yurianto, dan Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin itu, Sandi bertemu dengan bertemu berbincang dengan Petrus Sugiyanto, pemilik usaha bandeng presto sukses bernama Home Industry Milkyfish New Istichomah.

Diceritakan Sandi lewat akun instagramnya @sandiuno pada Minggu (29/4/2018), Petrus merupakan wirausahawan sukses yang merintis bisnis bandeng presto dan tempe, oleh-oleh khas Semarang.

Bertahan lebih dari 20 tahun lamanya, usaha yang dirintis Petrus kian tumbuh hingga berhasil menarik pasar mancanegara saat ini.

"Hari ini berkunjung dan berbincang dengan pedagang bandeng Petrus, Home Industry Milkyfish New Istichomah di Sentra Industri Bandeng dan Tempe yang merupakan pusat oleh-oleh khas Semarang, tepatnya di daerah Krobokan. Pak Petrus Sugiyanto merupakan pemilik yang sudah dibilang cukup sukses, tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1996, berkat kerja keras dan ketekunannya usaha yang dirintisnya tidak sia-sia dan berhasil laris manis," tulisnya dalam akun instagramnya @sandiuno pada Minggu (29/4/2018).

"Pak Petrus juga sudah berhasil mendapatkan juara 2 dalam penghargaan IKM Award dari pemerintah Kota Semarang. Kini usaha pak Petrus terus meningkat bahkan sudah berhasil diekspor ke berbagai daerah. Sukses selalu pak Petrus untuk usaha bandeng prestonya," tulisnya lagi.

                                                                                                                                                                                                                                                                                         

Puas berbincang tentang seluk beluk usaha bandeng presto, Sandi melanjutkan kunjungan dengan menemui sejumlah anak muda Semarang diskusi kewirausahaan bertema 'Pemuda Enterprenuership Milenial' di angkringan Polke.

Dalam kesempatan tersebut Sandi berharap agar anak-anak muda dapat menjadi wirausahawan cemerlang yang dapat membuka lapangan pekerjaan.

"Usai dari sana kami juga sempat hadir dalam acara diskusi bersama warga Semarang yang bertemakan 'Pemuda Enterprenuership Milenial' di angkringan Polke.

Kami ingin kamu milenial ini, angka muda jaman now yang ingin memulai usaha dan ingin mengembangkan usaha bisa diarahkan beberapa langkahnya dari program OK OCE agar berhasil menjadi enterprenuer yang sukses. Kami berharap peran anak-anak muda ke depannya dapat membuka peluang kerja sebanyak-banyaknya," tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, antisipasi kenaikan harga jelang Ramadan dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno dengan menemui kelompok tani di sentra cabai Desa Grabag, Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (29/4/2018).

Langkah tersebut diambil untuk memenuhi kebutuhan cabai Ibukota yang mencapai sebesar 20 ton per hari.

"Kunjungan ke Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di Magelang ini diharapkan dapat mencegah kenaikan harga cabai yang signifikan. Tidak hanya menjaga agar harga cabai terjangkau, kerjasama juga agar kesejahteraan petani cabai tetap terjamin," ungkapnya dalam siaran tertulis pada Minggu (29/4/2018).

"Kita ingin harga cabai dan harga komoditas lain menjelang masuknya kita semua ke bulan suci Ramadan dan menjelang lebaran, harganya terjamin, stabil, tidak fluktuatif, dan terjangkau bagi masyarakat Jakarta. Ini semua bisa dilakukan jika pasokan harga itu terjamin dan terkendali. Kemudian rantai distribusi dan tata niaga perdagangannya aman terkendali, sederhana, terbuka, dan berkeadilan," tuturnya menambahkan.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved