Mendagri Minta Ceramah‎ Agama yang Disisipi Politik Rujukannya Harus Kitab Suci

Menurut Tjahjo, jika ceramah agama disisipi politik tanpa merujuk kitab suci, maka hal tersebut akan merusak kehidupan bermasyarakat.

Mendagri Minta Ceramah‎ Agama yang Disisipi Politik Rujukannya Harus Kitab Suci
Warta Kota/Rangga Baskoro
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat konferensi pers di Kantor Kemendagri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017). 

MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak mempersoalkan ceramah agama disisipi materi politik di lingkungan lembaga pemerintahan. Namun, harus ada rujukan kitab suci.

"Semua mau ceramah politik, ceramah budaya, ceramah media, silakan. Tapi kalau ceramahnya di masjid, rujukannya ya Alquran, dan hadis dong. Kalau di gereja rujukannya ya Alkitab‎, ceramah di vihara sesuai Weda, itu aja intinya," tutur Tjahjo di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4/2018).

Menurut Tjahjo, jika ceramah agama disisipi politik tanpa merujuk kitab suci, maka hal tersebut akan merusak kehidupan bermasyarakat.

Baca: Menteri Agama: Ketika Rumah Ibadah Dijadikan Tempat Memperbincangkan Politik Praktis, Jemaah Konflik

"Kalau tidak (ada rujukannya), ya rusak nanti," ucap Tjahjo.

‎Politikus PDIP itu pun tidak mempersoalkan kantor-kantor pemerintahan membuat acara ceramah keagamanan, seperti yang dilakukan Amien Rais di Balai Kota Jakarta beberapa waktu lalu.

"Boleh, tidak ada masalah. (kalau dipolitisasi) yang salah bukan Amien Rais-nya, yang mengundang dan yang menyediakan fasilitasnya, kalau itu memang dianggap salah," kata Tjahjo.

Baca: Menteri Agama Ajak Masyarakat Jaga Kesucian Rumah Ibadah dari Politik

Sebelumnya, saat memberikan ceramah di Balai Kota DKI, Selasa (24/4/2016), Amien mengatakan acara pengajian harus disisipi politik. Amien tidak menjelaskan secara gamblang mengapa pengajian harus disisipi politik.

Hanya, setelah melontarkan pernyataan tersebut, Amien kemudian menunjuk foto Presiden Joko Widodo dan mengatakan elektabilitasnya sudah going down (menurun). (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved