Rekayasa Lalu Lintas

Rekayasa Jalan Proklamasi Masih Dievaluasi

REKAYASA lalulintas di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat yang dikeluhkan pengendara jalan karena harus jauh berputar arah, belum final.

Rekayasa Jalan Proklamasi Masih Dievaluasi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Rekayasa lalu lintas di Jalan Proklamasi 

REKAYASA lalulintas di Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat yang dikeluhkan pengendara jalan karena harus jauh berputar arah, belum final.

Kepala Bidang Manajemen Rekayasa dan Lalulintas, Priyanto mengatakan, evaluasi masih dilakukan hingga akhir pekan mendatang.

"(Rekayasa lalulintas) Masih dalam tahap evaluasi sampai dengan minggu ini," ungkapnya dihubungi pada Kamis (26/4/2018).

Karena itu, lanjutnya, rekayasa lalulintas terkait penguraian kendaraan di simpang Matraman serta simpang Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jalan Salemba Raya itu masih dilakukan. Pihaknya masih akan menghitung jumlah efektivitas rekayasa lalulintas sebelum ditetapkan permanen.

Karena seperti diketahui, pemicu kemacetan pada simpang Matraman tidak hanya disebabkan volume kendaraan, tetapi adanya penyempitan ruas jalan, tepatnya selepas flyover Pramuka menuju Jalan Proklamasi maupun arus kendaraan dari Jalan Salemba Raya menuju Jalan Pramuka.

"Keputusannya nanti disesuaikan dengan hasil evaluasi, masih dikaji," imbuhnya.

Terkait permasalahan tersebut, salah satu solusi yang akan diambil adalah dengan cara melebarkan jalan, yakni memotong sisi utara Jalan Salemba, sehingga yang dari arah timur ke barat atau dari Pramuka ke Proklamasi dibuat menjadi tiga ruas jalan. Sementara arah sebaliknya dibuat dua ruas jalan.

Sementara, kendaraan dari arah Jalan Tambak, Manggarai menuju Jalan Pramuka atau Matraman akan dialihkan seluruhnya ke Jalan Proklamasi, sehingga diharapkan tidak ada persinggungan kendaraan pada simpang Matraman.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasca pengoperasian Underpass Matraman, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan rekayasa di sepanjang Jalan Proklamasi.

Seluruh kendaraan yang berasal dari Flyover Pramuka maupun Jalan Tambak yang mengarah ke Menteng dibelokkan ke Jalan Proklamasi hingga Jalan Penataran untuk tembus di Jalan Diponegoro mengarah ke Stasiun Cikini ataupun berputar arah kembali menuju Jalan Proklamasi.

Sebaliknya, Jalan Diponegoro yang semula diberlakukan satu arah kini dibuka menjadi dua arah, sehingga arus kendaraan yang berasal dari Jalan Diponegoro menuju Matraman dapat langsung melintasi Jalan Proklamasi menuju Jalan Pramuka.

Tujuannya agar kepadatan kendaraan di Jalan Diponegoro, tepatnya depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) berkurang. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved