Polisi Tembak Mati Dalang Pengemudi Taksi Online Bodong yang Sekap Penumpang Wanita

Aparat Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus penyekapan wanita di sebuah taksi online pada Senin (23/4/2018) lalu.

Polisi Tembak Mati Dalang Pengemudi Taksi Online Bodong yang Sekap Penumpang Wanita
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Aparat Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat menembak dalang penyekapan wanita di sebuah taksi online pada Senin (23/4/2018) lalu. 

APARAT Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus penyekapan wanita di sebuah taksi online pada Senin (23/4/2018) lalu.

Dua tersangka diringkus, yakni Suherman (24) dan Apriyadi (25), pada Rabu (25/6/2018) kemarin di sebuah gudang kardus di Penjaringan, Jakarta Utara.

Karena melawan ketika akan ditangkap, polisi menembak kedua tersangka di bagian kaki. Polisi kemudian melakukan pengembangan berdasarkan keterangan dua tersangka yang ditangkap terlebih dahulu. Hasilnya, tersangka ketiga bernama Lidi (28) ditangkap pada Kamis (26/4/2018) dini hari tadi.

Baca: Polisi Dapat Insentif Rp 10 Ribu dari Setiap Lembar Surat Tilang yang Dikeluarkan

Saat hendak diringkus di Kedoya Utara, Lidi mencoba menabrak petugas. Tak mau buruannya lepas, aparat menembaknya sebanyak tiga kali tepat di bagian dada, hingga tewas di tempat.

"Saat dilakukan penangkapan, yaitu di daerah Pesing Koneng, pelaku melawan dengan cara menabrak petugas. Karena membahayakan, petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak pelaku. Dan pelaku ini adalah otak di balik kejahatan ini," ungkap Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengky Haryadi di RS Polri Kramat Jati, Kamis (26/4/2018).

Para pelaku, lanjutnya, berpura-pura menjadi pengemudi taksi online. Ketika mendapatkan order dari penumpang wanita, dua pelaku bersembunyi di jok belakang.

Baca: Warga Keluhkan Minimnya Penerangan di Jalan Kalimalang

Saat korban masuk mobil, para pelaku menyekap korban dan menutup kepala korban menggunakan jaket, lalu mengikat kaki dan tangan korban. Kemudian pelaku meminta kartu ATM dan PIN korban, serta merampas handphone dan perhiasan korban.

"Ternyata si pelaku bukan driver resmi. Dia (pelaku) meminjam mobil Karimun nopol 2353 BZB milik bapak tirinya tanpa sepengetahuan. Saat itu bapak tirinya sedang tidur, lalu pelaku membawanya dan digunakan untuk melakukan kejahatan," jelas Hengky.

Atas perbuatanya, para pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved