Pilpres 2019

Ketua Umum PPP: Agak Sulit Bayangkan Seorang Romy Dipinang Jokowi

Meski begitu, kata Romy, setiap parpol saat ini menganut politik elektoral, demi mengumpulkan suara rakyat.

Ketua Umum PPP: Agak Sulit Bayangkan Seorang Romy Dipinang Jokowi
TRIBUNNEWS/RIA ANATASIA
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy di Kantor Indemo, Jalan Lautze No 62 C, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018). 

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengaku masih sulit membayangkan dirinya ditunjuk menjadi cawapres di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu ia sampaikan ketika menjawab pertanyaan dari Ketua Indonesia Democracy Monitoring (Indemo) Hariman Siregar, soal kemungkinan Romy sebagai cawapres Joko Widodo.

Romy sempat semringah saat namanya disebut sebagai cawapres Jokowi. Namun, ia mengaku belum punya bayangan dirinya akan jadi RI 2 dalam waktu dekat.

Baca: Ketua Umum PPP Menolak Ketika Diminta Koreksi Edisi Pertama Tabloid Obor Rakyat

"Saya agak sulit bayangkan seorang Romy dipinang (Jokowi). Saya ini pendatang baru di politik," kata Romy di Kantor Indemo, Jalan Lautze No 62 C, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).

"Saya berkarier di PPP dari bawah. Memang ada turunan dari keluarga politik, tapi tidak ada bayangan untuk secepat itu ada di posisi tersebut," sambungnya.

Meski begitu, kata Romy, setiap parpol saat ini menganut politik elektoral, demi mengumpulkan suara rakyat. Setiap ketua parpol, katanya, harus siap jika diusung menjadi tokoh politik tertinggi, termasuk cawapres.

Baca: PPP Sempat Ajukan Maruf Amin Sebagai Pendamping Jokowi di Pilpres 2019

"Tapi memang setiap ketua umum parpol itu harus siap menjadi capres maupun cawapres, tidak terkecuali PPP," ujar ketua umum partai berlambang kakbah itu.

Romy mengatakan, PPP saat ini tengah membangun komponen untuk meningkatkan elektabilitas partainya melalui figur politik, yakni ketua umumnya sendiri. Pria berumur 43 tahun itu memandang akan ada giliran dirinya bisa maju pilpres pada masa mendatang.

"Kalau kita masih jauh mungkin. Nanti juga belum 60 (tahun). Isya Allah tahun-tahun nanti bisa maju," cetusnya.

Baca: Jokowi dan Ketua Umum PPP Pernah Bicarakan Kemungkinan Prabowo Subianto Jadi Cawapres

Diberitakan sebelumnya, Romahurmuziy pertama kali diusulkan jadi cawapres Jokowi saat Munas Alim Ulama di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4/2018). Kala itu, ada pembacaan pantun Jokowi-Romy.

Romy menyatakan, soal pengusungan masih sangat fleksibel, tergantung keputusan bersama partai koalisi pengusung Jokowi, yakni PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PPP. (Ria Anatasia)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved