Home »

News

» Jakarta

Jalan Proklamasi Direkayasa Telah Membuat Omzet Pedagang Naik Berkali Lipat

Soal PKL usulannya harus dari wilayah, dan kesepakatan pedagang (JP 44). Kalau belum ada, tidak boleh berjualan.

Jalan Proklamasi Direkayasa Telah Membuat Omzet Pedagang Naik Berkali Lipat
Warta Kota/Dwi Rizki
Kabar baik itu disampaikan Aris (39) pedagang pecel lele di lapak pinggir rel perlintasan Kereta Api (KA) antara Stasiun Cikini dan Stasiun Manggarai. Berbeda sebelum rekayasa diberlakukan, jalan alternatif depan Tugu Proklamasi yang semula sepi itu kini ramai pengendara melintas. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Walau dipertentangkan sejumlah pihak, rekayasa lalulintas di Jalan Proklamasi, pasca pengoperasian Underpass Matraman justru berbuah baik kepada para pedagang JP 44, Jalan Penataran, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Omzet pun berlipat, dagangan pun laku terjual.

Kabar baik itu disampaikan Aris (39) pedagang pecel lele di lapak pinggir rel perlintasan Kereta Api (KA) antara Stasiun Cikini dan Stasiun Manggarai.

Berbeda sebelum rekayasa diberlakukan, jalan alternatif depan Tugu Proklamasi yang semula sepi itu kini ramai pengendara melintas.

"Dari dibelokkin (rekayasa) ke sini jadinya rame yang beli, mungkin karena sebelumnya itu kan jauh dari jalan utama. Nah sekarang jalan ini (Penataran) jadi jalan utama, banyak yang tahu di sini banyak yang jualan, makanya rame, ya omzet bisa (naik) tiga kali lipat," ungkapnya ditemui di warung tenda miliknya pada Kamis (26/4/2018).

Namun, lantaran ramainya pedagang baru berlangsung selama beberapa pekan belakangan, Lokasi Binaan (Lokbin) Sudin Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (KUKMP) Jakarta Pusat itu, katanya, masih ditinggalkan para pedagang. Hal itu ditunjukkannya dari kosongnya lapak pedagang khusus kuliner serta karangan bunga, saat ini.

Tetapi, diyakininya, lapak akan kembali terisi apabila pedagang menyadari potensi berjualan.

Sebab, lokasi katanya kini mulai dikuasai sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di luar binaan Sudin KUKMP Jakarta Pusat, mereka berjualan di sisi jalan sekitar Tugu Proklamasi hingga ujung Jalan Penataran.

"Ketua JP-nya sudah bilang supaya isi (lapak), tapi pedagangnya belum ada-ada. Padahal kalau kompak, PKL juga pasti hilang, orang lebih milih makan di tenda. Ini bukan nutup rejeki orang ya, tapi kan ada ketentuannya kalau yang boleh jualan itu pedagang binaan," ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Kasudin KUKMP Jakarta Pusat, Bangun Richard mengaku belum memiliki rencana penataan karena keterbatasan lahan.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help