Pilkada Bekasi

Dugaan Keterlibatan Anak Dalam Saat Kampanye di Bekasi, Begini Tanggapan KPAI Bekasi

KOMISI Perlindungan Anak Daerah Kota Bekasi mengaku prihatin mengenai adanya dugaan keterlibatan anak dalam kontestasi Pilkada Wali Kota Bekasi 2018.

Dugaan Keterlibatan Anak Dalam Saat Kampanye di Bekasi, Begini Tanggapan KPAI Bekasi
Muhammad Azzam
Nur Supriyanto berfoto selfi bersama para generasi milenial 

KOMISI Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mengaku prihatin mengenai adanya dugaan keterlibatan anak dalam kontestasi Pilkada Wali Kota Bekasi 2018.

"Jadi, bahwa KPAD merasa prihatin, dalam pelaksanan ini tidak etis menggunakan lembaga pendidikan beserta anak didiknya,"ujar Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan kepada Wartawan Kota, Kamis (26/4/2018).

Ia mengatakan, pihaknya bukan melihat dari konteks pilkadanya, melainkan konteks perlindungan anaknya kerena hal itu tertuang dalam nota kesepahaman antara KPAI dan Bawaslu RI yang intinya tentang perlindungan anak di tengah penyelenggaraan Pilkada.

"Ruang lingkupnya pengawasan penyalahgunaan anak dalam kegiatan kampanye atau sosialisasi. Kami hanya memastikan bawha ini juga tamparan keras bagi elemen pendidikan. Ini harus segera dievaluasi bersama, kami sudah berkorodinasi Panwaslu dan dengan Disdik, nanti ada tindak lanjut dari permasalahan untuk sama-sama mnegawasi penggunaan anak ataupun lingkungan pendidikan," tuturnya.

Baca: Ini Tiga Hal yang Ditawarkan Cagub Jawa Barat Sudrajat kepada Kaum Milenial Bekasi

Ia menambahkan pihaknya pada Selasa (24/4/2018) kemarin, telah berkoordinasi dengan Panwaslu, dan telah melanjutkan dalam metodologi penangannya.

"Hari Rabu kemarin sudah kita undang sekolah untuk mengklarifikasi itu, anak-anaknya juga sudah kami mintai keterangan melalui pendamping. Kalau benar terbukti dari hasil pengkajian kami bisa memberikan sanksi kepada Paslon nomor 2 itu, ini bisa jadi pelajaran peserta Pilkada lainnya agar tidak menyalahgunakan anak dalam kegiatan politik," kata Aris, Kamis (26/4/2018).

Sebelumnya Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi telusuri dugaan kasus pelanggaran pemilu yang dilakulan pasangan calon (paslon) Wali Kota Bekasi nomor urut 2, Nur Supriyanto - Adhy Firdaus.

Panwaslu sejauh ini tengah mengkaji dan telah memanggil Kepala SMP IT Gameel Ahlaq pada Rabu (25/4/2018) kemarin, perihal aktivitas kunjungan Nur Supriyanto ke SMP tersebut, pada Rabu 18 april 2018 lalu. (m18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved