Divonis Mati, 8 Penyelundup Sabu 1 Ton Tertunduk Lesu

Delapan penyelundup abu satu ton langsung tertunduk lesu begitu majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman mati kepada mereka.

Divonis Mati, 8 Penyelundup Sabu 1 Ton Tertunduk Lesu
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Para penyeleundup sabu satu ton tertunduk lesu setelah divonis mati oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, PASARMINGGU-Tiga terdakwa kasus penyelundupan satu seberat satu ton di Anyer, Banten, hanya bisa tertunduk lesu ketika ketua hakim Effendi Mukhtar memutuskan vonis mati dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ketiga terdakwa yakni Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li. Mereka adalah warga negara Taiwan yang ditangkap dalam sebuah operasi pihak kepolisian yang banyak diapresiasi pihak itu.

Mereka berperan mengangkut sabu-sabu dari Anyer, Banten, setelah dibawa dari Taiwan melalui jalur laut.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa masing-masing dengan pidana mati," ujar Hakim Effendi dalam putusannya , Kamis (26/4/2018).

Majelis hakim menilai ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2 junctoPasal 132 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sesuai dakwaan primer jaksa penuntut umum.

Menurut majelis hakim, ketiga terdakwa terbukti menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 gram.

Majelis hakim menilai perbuatan para terdakwa bertentangan dengan program pemerintah Republik Indonesia yang giat memberantas narkotika.

Perbuatan para terdakwa juga terkait jaringan internasional, dapat merusak generasi muda, serta dapat menghancurkan sendi-sendi dan keutuhan NKRI.

Alasan-alasan tersebut menjadi hal yang memberatkan hukuman terdakwa.

"Menimbang bahwa selama pemeriksaan di persidangan, majelis hakim tidak menemukan adanya alasan pemaaf dan alasan pembenaran yang dapat menghapuskan dan atau mengecualikan pidana bagi para terdakwa, maka para terdakwa haruslah dinyatakan bersalah dan harus mempertanggungjawabkan perbuatan pidana yang telah dilakukannya," papar hakim.

Halaman
123
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved