Pencurian

Begini Aksi Pelaku Pencurian Laptop di SMP Muhammadiyah 14

Ketika itu Mansur yang sering dimintai tolong bersih-bersih sekolah, tergiur dengan laptop yang disimpan di sebuah ruangan.

Begini Aksi Pelaku Pencurian Laptop di SMP Muhammadiyah 14
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pelaku pencurian laptop di SMP Muhammadiyah 12, Jakarta Utara digelandang ke Mapolsek Koja, Kamis (25/4). 

MULYADI (24) dan Mansur (19), dua pelaku pencurian 14 laptop di SMP Muhammadiyah 14, Jakarta Utara berhasil diringkus anggota Polsek Koja.

Keduanya beraksi dengan memanfaatkan jendela dari salah satu ruangan sekolah tersebut.

Kapolsek Koja Kompol Agung Wibowo mengatakan aksi pencurian itu diotaki oleh pelaku bernama Mansur.

Pelaku pencurian laptop di SMP Muhammadiyah 12, Jakarta Utara digelandang ke Mapolsek Koja, Kamis (25/4).
Pelaku pencurian laptop di SMP Muhammadiyah 12, Jakarta Utara digelandang ke Mapolsek Koja, Kamis (25/4). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Ketika itu Mansur yang sering dimintai tolong untuk bersih-bersih sekolah, tergiur dengan laptop yang disimpan di sebuah ruangan.

“Ketika sudah selesai membersihkan, saudara Mansur melihat banyak laptop yang akan digunakan untuk ujian akhir tahun. Karena butuh uang, dia mengajak saudara Mulyadi untuk melakukan pencurian,” katanya, Kamis (26/4).

Aksi pun dimulai dimana keduanya masuk ke sekolah dengan cara memanjat pagar sekolah dan loncat dari sebuah jendela sekira pukul 02.00 WIB.

Setelahnya mereka masuk ke sekolah dengan cara mencongkel pintu menggunakan obeng.

“Setelah berhasil masuk, keduanya mengambil 14 unit laptop dengan tas ransel warna hitam. Mereka kemudian keluar dengan memanjat pohon kelapa yang ada di dekat pagar sekolah,” katanya.

14 laptop itu kemudian dititipkan di rumah Mulyadi usai berhasil menjalankan aksinya.

Baru lah pada keesokan harinya, belasan laptop itu dijual ke seorang penadah yang hingga saat ini masih dalam pengejaran.

“Keesokan harinya oleh saudara M dijual ke penadah atas nama Abang di daerah Jakarta Timur. Pagi harinya penjaga sekolah mendapati bahwa laptop yang akan digunakan untuk ujian, sudah tidak ada dan kemudian melapor ke Polsek Koja,” katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Adapun ancaman hukuman yakni pidana penjara maksimal 5 tahun. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved