VIDEO: Satpol PP Depok Tertibkan 23 Bangli dan PKL di Jalan Jati Raya Timur, Cinere

Sedikitnya 23 bangli semi permanen, di Jalan Jati Raya Timur, Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, ditertibkan petugas S

SEDIKITNYA 23 bangunan liar (bangli) semi permanen, di Jalan Jati Raya Timur, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Rabu (25/4/2018) pagi.

Semua bangli yang ditertibkan petugas itu dijadikan tempat usaha dan berdiri di lahan fasos fasum.

Saat akan dibongkar paksa petugas, sebagian besar pemilik bangli, sudah membongkar sendiri bangunan mereka.

Sementara beberapa bangli yang bertahan, terpaksa dibongkar petugas. Namun petugas mengevakuasi dulu, sejumlah barang berharga dan barang dagangan pemilik bangli agar aman.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto menuturkan bangunan liar yang ditertibkan ini berada di depan Universitas Pembanngunan Nasional (UPN), atau tepatnya diatas pedestrian jalan di Jalan Jati Raya Timur, Pangkalan Jati, Cinere.

Keberadan bangli kata Yayan, bukan pada peruntukkannya sehingga telah melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012, Tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

"Selain membuat lingkungan menjadi kumuh, keberadaan bangli yang dijadikan tempat usaha, juga kerap membuat arus lalu lintas di depan UPN, macet dan tersendat," kata Yayan, Rabu (25/4/2018).

Seban kata Yayan, banyak pengendara motor yang merupakan pelanggan tempat usaha dimana bangli berada, memarkirkan kendaraannya di sisi jalan.

Selain itu kata dia, bangli selama ini menutup pedestrian jalan.

Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Depok Kusumo mengatakan sebelum.menertibkan bangunan dengan dibongkar paksa, pihaknya sudah melakukan cara persuasif ke pemilk bangli.

Yakni dengan melayangkan surat peringatan pertama sampai ketiga ke seluruh pemilik bangli sejak Februari lalu.

"Surat peringatan pertama, kami layangkan 22 Februari 2018. Lalu peringatan kedua 17 Maret, dan surat peringatan ketiga 19 April, sekaligus perintah bongkar" kata Kusumo.

Karenanya kata Kusumo, saat akan dibongkar petugas, sebagian besar pemilik bangli sudah membongkar sendiri bangunanya.

"Namun ada beberapa bangli yang belum, sehingga kita bongkar paksa," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved