Polisi Gerebek Penyalur TKW Ilegal di Pondok Melati Bekasi

Ia menjelaskan para TKW itu rencananya akan diberangkatkan ke Malaysia, Brunei, dan Taiwan oleh PT WJ.

Polisi Gerebek Penyalur TKW Ilegal di Pondok Melati Bekasi
Warta Kota/Muhamad Azzam
Polres Metro Bekasi Kota menggerebek tempat penampungan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal di Jalan Raya Hankam Gg. Ganyong Rt 05 Rw 05 Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa (24/4/2018) lalu. 

Polres Metro Bekasi Kota menggerebek tempat penampungan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal di PT WJ Jalan Raya Hankam Gang Ganyong Rt 05 Rw 05 Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa (24/4/2018) lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih, mengatakan penggerebekan itu hasil laporan dari warga karena curiga banyak terdapat perempuan berasal dari NTB.

"Dari informasi itu unit Reskrim langsung bergerak dan dari hasil penggerebekan itu diselamatkan 21 calon TKW asal Nusa Tenggara Barat,"tutur kepada Wartawan Rabu (25/4/2018)

Ia menjelaskan para TKW itu rencananya akan diberangkatkan ke Malaysia, Brunei, dan Taiwan oleh PT WJ.

Namun perusahaan tersebut saat diperiksa menyalahi prosedur dengan dokumen perusahaan yang tidak lengkap dan diduga melakukan pemalsuan surat-surat maupun stempel seperti dari Dinas Tenaga Kerja Sosial dan transmigrasi (DISNAKER SOSTRANS) wilayah NTB, dan Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI).

Adapun barang bukti yang diamankan cap stampel diantaranya dari Dinas Sostrans dari wilayah Nusa Tenggara Barat, Pos pelayanan penempatan dan perlindungan TKI (P4TKI), Kepala Desa Kadu, Kades Taman Baru, Kades Gontar Baru, Kades Dangiang, BP3TKI, BNPZTKI, PT. WJ.

Kemudian Dokumen calon TKW (Pasport, surat ijin keluarga, perjanjian kerja) dan satu unit komputer yang berisikan data TKW.

Pelaku insial ES berhasil amankan selaku pemilik dari perusahaan penyalur TKW itu, aktivitas itu telah berjalan sejak bulan Januari 2018 dan perusahaan itu sudah memberangkatkan TKW kurang lebih 60 orang.

Tersangka ES diduga melanggar pasal 2 dan atau pasal 4 UU No. 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan atau UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun. (m18/Muhamad Azzam)

Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help