Korban Perampokan dan Penyekapan di Taksi Online Sempat Ditodong Pistol

Selain korban sempat diikat para pelaku pun mengancam membunuh serta menodong menggunakan senjata api

Korban Perampokan dan Penyekapan di Taksi Online Sempat Ditodong Pistol
Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan
Kediaman SANSAN (24), korban perampokan dan penyekapan taksi online pada Senin (23/4/2018) lalu, di Komplek Setia Masa I-26 B, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (25/4), hanya ada pembantunya. 

WARTA KOTA, PALMERAH---SANSAN (24), penumpang wanita salah satu taksi online jadi korban perampokan dan penyekapan oleh tiga orang pria di wilayah Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (23/4).

Menurut Kanit Krimum Satreskrim Polres Jakarta Barat, AKP Rulian Syauri, selain korban sempat diikat para pelaku pun mengancam membunuh serta menodong menggunakan senjata api.

"Pengakuannya (korbanp memang ditodong di dalam mobil taksi online itu, namun kita belum tahu, para pelaku ini mengunakan senjata api atau tidak. Kan mata korban atau wajahnya itu disekap, ditutup pakai jaket oleh dua pria yang merupakan rekan si sopir taksi online itu," kata Rulian, Rabu (25/4/2018).

Baca: BERITA FOTO: Korban Perampokan dan Penyekapan di Taksi Online Tak Berada di Rumah

Selain korban dirampok, diancam dibunuh dan bahkan diajak putar-putar wilayah Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, dalam keadaan wajah ditutup jaket, korban juga sempat diminta oleh para pelaku untuk bisa meminta uang tebusan ke keluarga korban.

"Korban ternyata sempat hubungi keluarganya dan meminta uang tebusan. Korban mendapat perintah dari para pelaku. Namun, korban saat itu mengaku sebagai orang yang tidak mampu di keluarganya. Sehingga, para pelaku itu bawa korban ke salah satu gerai ATM dan menguras saldo tabungan milik korban, yang isinya cuma Rp 500 ribu. Tidak tahu ATM daerah mananya," jelas Rulian kembali.

Dikatakan Rulian para pelaku pun menurunkan korban di tengah jalan di wilayah Duri Selatan, Tambora. Rulian mengatakan korban juga saat ini masih sulit dimintakan keterangan, lantaran masih syok.

Saat sambangi kediaman Sansan yang ada di Komplek Setia Masa I nomor 26 B, Kecamatan Tambora, terungkap Sansan merupakan sosok yang tertutup dan pendiam.

Hal ini diungkapkan tetangga Sansan bernama Christian (25). Dia mengakui, bila sosok Sasan atau Santi memang dikenal sosok tertutup.

"Sebab, sosok wanita itu jarang terlihat berada di luar rumah. Sepertinya memang pendiam di lingkungan sini. Karena, saya juga jarang lihat dia," jelas Christian.

Halaman
12
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help