Pilkada Serentak 2018

Dipanggil Panwaslu Soal Dugaan Kampanye di Sekolah, Calon Wali Kota Bekasi Malah Sibuk Kampanye

Panwaslu Kota Bekasi memanggil calon Wali Kota Bekasi, Nur Supriyanto soal dugaan kampanye di lingkungan sekolah, pada Rabu (25/4/2018).

Dipanggil Panwaslu Soal Dugaan Kampanye di Sekolah, Calon Wali Kota Bekasi Malah Sibuk Kampanye
Istimewa
Sejumlah siswa SMP mengacungkan pose dua jari. 

PANITIA Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi memanggil calon Wali Kota Bekasi nomor urut 2, Nur Supriyanto soal dugaan kampanye di lingkungan sekolah, pada Rabu (25/4/2018).

Namun pemanggilan yang diagendakan pada hari ini, Nur Supriyanto tidak tampak hadir hingga jam kerja Kantor Panwaslu Kota Bekasi usai pukul 16.00.

Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti mengatakan surat pemanggilan untuk klarifikasi itu sudah dikirimkan sejak kemarin oleh Panwaslu Kota Bekasi.

"Pemanggilan itu untuk klarifikasi apakah bapak Nur Supriyanto benar hadir di SMP tersebut. Dalam rangka apa dan kronologis sebenarnya seperti apa," ujarnya kepada wartawan di Kantor Panwaslu Kota Bekasi, Rabu (25/4/2018).

Novita menegaskan jika pemanggilan hari ini tidak datang, pihaknya akan menyurati kembali.

"Akan kami surati kembali, batas besok kita surati lagi. Waktu lima hari pasca laporan tersebut, kalau tidak datang juga ya kita putuskan tanpa mendapatkan klarifikasi paslon tersebut," ucapnya.

Ia menjelaskan pemanggilan itu berdasarkan laporan masyarakat yang melihat aktivitas Calon Walikota Nur Supriyanto berpose dua jari bersama siswa SMP tersebut.

"Kan Panwas Kota melakukan penelusuran, laporan itu kan kami langsung kaji, apakah melanggar atau tidak. Nah dibutuhkan lah klarifikasi dari beliau (Nur Supriyanto). Soalnya ada informasi juga dia kebetulan sholat di Masjid dekat sekolah itu, tapi ini kan ada pose yang memperagakan sedang kampanye, mangkanya itu klarifikasi dan penjelasannya," tuturnya.

Secara terpisah Kuasa Hukum Pasangan Calon (Paslon) Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady, Hiu Hindiana menjelaskan, pihaknya sudah menerima undangan Panwaslu Kota Bekasi.

Namun demikian, kliennya tak bisa hadir untuk memenuhi panggilan lantaran tengah disibukan agenda sosialisasi pada tahap kampanye Pilwali Kota Bekasi.

"Pak Nur Supriyanto tak bisa hadir, karena dirinya yang tengah menghadiri suatu agenda di Kabupaten Bekasi. Besok kami pastikan hadir untuk memenuhi panggilan," kata Hiu.

Sebelumnya Panwaslu Kota Bekasi mendapatkan laporan masyarakat terkait dugaan kasus pelanggaran pemilu yang dilakulan pasangan calon (paslon) Wali Kota Bekasi nomor urut 2, Nur Supriyanto - Adhy Firdaus.

Nur Supriyanto diduga melakukan aktivitas disekolah SMP Islam Terpadu Gameel Ahlaq, Setia Kawan, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kota Bekasi.

Dugaan pelanggaran yang dilalukan Nur Supriyanto mengarah pada diikutsertakannya anak di bawa umur saat melakukan sesi foto dengan mengacungkan dua jari, simbol dari nomor urutnya dalam kontestasi Pilkada Wali Kota 2018.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved