Mau Musim Kemarau Kok Malah Hujan Terus? Begini Penjelasan BMKG

BEBERAPA hari terakhir wilayah Jabodetabek terjadi hujan, padahal seharusnya sudah memasuki musim kemarau.

Mau Musim Kemarau Kok Malah Hujan Terus? Begini Penjelasan BMKG
Tribun Bali
Ilustrasi petir dan hujan. 

BEBERAPA hari terakhir wilayah Jabodetabek terjadi hujan dengan intensitas beragam, padahal seharusnya sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko, hal ini karena adanya aliran masa udara basah dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatera menuju ke wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

"Menjelang memasuki awal musim kemarau, itu boleh dikatakan transisi, dimasa transisi memungkinkan hujannya banyak, apabila terjadi penambahan air, nah untuk periode saat ini penambahan air terjadi karena adanya aliran masa udara basah atau Madden-Julian Oscillation (MJO), yang bergerak menuju Samudera Hindia sebelah barat Sumatra menuju bagian Indonesia bagian barat dan tengah,"tuturnya saat dihubungi Warta Kota, Selasa (23/4/2018).

Harry menjelaskan sesuai rilis yang dikeluarkan BMKG di bulan Maret kemarin, awal musim kemarau lebih di dominasi pada bulan Mei dan beberapa di bulan Juni.

"Jadi kapan saja bisa terjadi hujan, mana kala ada aliran masa basah itu. Musim kemarau di DKI dimulainya juga berbeda-beda ada yg Mei ada yang Juni, untuk Juni bagian selatan,"paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved