Psikolog Sebut Bunuh Diri Sebagai Sikap Depresi

FENOMENA bunuh diri telah menjadi momok yang sulit dihindari. Dari waktu ke waktu, masih ada saja masyarakat yang nekat mengakhiri hidupnya.

Psikolog Sebut Bunuh Diri Sebagai Sikap Depresi
Istimewa
ILUSTRASI 

FENOMENA bunuh diri telah menjadi momok yang sulit dihindari.

Dari waktu ke waktu, masih ada saja masyarakat yang nekat mengakhiri hidupnya karena sejumlah alasan.

Terbaru, seorang pemandu karaoke bernama Ana Yulisanti alias Gebi Putri (22) memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai delapan Tower Damar, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan Senin (23/4) dini hari lantaran sakit hati dengan ulah kekasihnya yang bernama Ramdani (20)

Psikolog dari Universitas Pancasila, Aully Grashinta menyatakan, bunuh diri erat kaitanya dengan depresi.

Ia melihat ada keguncangan pada perempuan itu sehingga tidak melihat permasalahan secara jernih.

Baca: Polisi Masih Cari Tahu Identitas Nenek yang Melompat dari Lantai 27 Apartemen Laguna

Akibatnya, ia merasa ada kebuntuan dalam memgatasi masalahnya.

Aully Grashinta menyatakan, bunuh diri biasanya erat kaitannya dengan depresi.

Depresi ini bisa tampak atau tidak terlihat oleh orang lain di lingkungannya.

"Biasanya orang dengan kecenderungan depresif akan memilih depresi sebagai satu-satunya cara pemecahan masalahnya karena merasa tidak punya arti atau tujuan hidup dan jika mati keadaan akan lebih baik," ungkap Aully Grashinta kepada Warta Kota, Senin (23/4).

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved