Masyarakat Diminta Selektif Memilih Calon Kepala Daerah

Sejumlah aktivis meminta masyarakat lebih selektif memilih kepala daerah dan tidak terpancing kampanye hitam, termasuk yang menggunakan simbol agama.

Masyarakat Diminta Selektif Memilih Calon Kepala Daerah
Warta Kota/Nur Ichsan
Panwaslu Kabupaten Tangerang mengajak peran serta masyarakat untuk mengawasi jalannya pilkada di wilayah tersebut, seperti yang tertera di papan reklame yang berlokasi di persimpangan Rajeg, Rabu (24/1/2018). 

WARTA KOTA, PALMERAH-Pagelaran Pilkada 2019 akan bergulir pada tahun depan. Kampanye pun telah dilakukan oleh para calon kepala daerah baik di tempat-tempat umum seperti permukiman masyarakat atau tempat ibadah.

Jaringan Aktivis 98, Willy Prakarsa mengkritisi pihak-pihak calon kepala daerah yang kerap kali menjadikan masjid sebagai alat politik dan dijadikan tempat melakukan kampanye.

"Kalau sudah seperti itu maka harus dibawa ke kantor Polisi minta pada Polisi agar dijeblosin ke penjara, karena orang itu telah lakukan penghasutan (provokasi) di masjid demi Pemilu," kata Willy, Senin (23/4/2018).

Bahkan lanjut Willy, ada politisi-politisi tertentu yang sengaja mengemas agama ke dalam politik berupa penghasutan. Dengan demikian politikus seperti itu tak patut dicontoh dan tak perlu dipilih sebab tak menggambarkan semangat nasionalisme dan tak mementingkan kepentingan orang banyak.

"Ya kita sesama umat muslim harus kompak jaga kesucian mesjid dari arena ghibah yang masuk kategori penghasutan. Masyarakat harus lebih selektif lagi memilih calon-calon kepala daerah," ujarnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved