Massa Aksi Ojol Samakan Aplikator seperti Penjajah

Tak hanya melalui orasi, sindiran keras juga disampaikan melalui spanduk dan banner yang mereka pasang dan kibarkan di saat unjuk rasa berlangsung.

Massa Aksi Ojol Samakan Aplikator seperti Penjajah
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pengemudi ojol yang melakukan aksi unjuk rasa 234 di depan Gedung DPR/MPR RI menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4). 

PENGEMUDI ojol yang melakukan aksi 234 di depan Gedung DPR/MPR RI menyampaikan aspirasinya.

Para orator silih berganti menyampaikan pendapatnya terkait kenaikan tarif rupiah per kilometer.

Sindiran pedas terus dilontarkan kepada para aplikator yang kebijakannya dinilai oleh mereka sama seperti penjajah.

Pengemudi ojol yang melakukan aksi unjuk rasa 234 di depan Gedung DPR/MPR RI menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4).
Pengemudi ojol yang melakukan aksi unjuk rasa 234 di depan Gedung DPR/MPR RI menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

"Apa bedanya sama zaman dahulu? Kakek nenek kita dipaksa menanam kopi dan dijual dengan harga yang murah. Itu sama seperti kita teman-teman," kata orator di mobil komando, Senin (23/4).

Tak hanya melalui orasi, sindiran keras juga disampaikan melalui spanduk dan banner yang mereka pasang dan kibarkan di saat unjuk rasa berlangsung.

Diantaranya bertuliskan, 'Copot Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi'.

Selain meminta kenaikan tarif rupiah per kilometer, mereka juga meminta agar pejabat parlemen yang duduk di kursi DPR RI bisa menjembatani mereka untuk mengupayakan legalitas berupa payung hukum untuk ojek online. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help