Home »

News

Ganjil Genap

Ganjil Genap Tidak Hanya Ditambah Waktunya, Areanya Juga Diperluas

Pasar yang terletak di Jalan Djuanda itu, kata Sandi, merupakan salah satu gerbang masuk menuju Ibu kota, berdampingan dengan Pintu Tol Bekasi Barat.

Ganjil Genap Tidak Hanya Ditambah Waktunya, Areanya Juga Diperluas
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
PLANG Rambu Pemberitahuan Uji Coba Ganjil Genap yang berlaku Senin (23/4/2018) terpampang di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Minggu (22/4/2018). 

WAKIL Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno meyakini penyelesaian masalah kemacetan Ibu kota tidak hanya berkutat pada rekayasa lalu lintas di wilayah Jakarta.

Sejumlah gerbang masuk Ibu kota kini telah disasar untuk diberlakukan sistem ganjil genap. Solusi jangka pendek tersebut ia pilih merujuk pada jumlah kendaraan dari daerah mitra yang masuk ke Ibu kota setiap harinya, seperti yang ia alami ketika mendampingi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus Saadi, di Pasar Proyek Bekasi, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (22/4/2018).

Pasar yang terletak di Jalan Djuanda itu, kata Sandi, merupakan salah satu gerbang masuk menuju Ibu kota, berdampingan dengan Pintu Tol Bekasi Barat. Tak ayal, kemacetan terus berulang, khususnya pada jam sibuk kerja.

Baca: Kakaknya Dibully Warganet, Adik Syahrini: Netizen Maha Benar dengan Segala Komentarnya

Terkait hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambah waktu pemberlakuan sistem ganjil genap di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, yakni dari semula pukul 07.00 WIB, menjadi pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Terobosan tersebut diyakininya dapat mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum atau atau berangkat lebih awal menuju Ibu kota.

"Terobosan paling dekat ya perluasan ganjil genap, jamnya maupun luasnya, Sudirman-Thamrin kan lingkupnya, luasnya sudah dari tol. Jadi Senin (23/4/2018) ini kita sudah instruksikan uji coba mulai dari jam enam pagi, nanti coba akan lihat, kita akan evaluasi uji coba," tutur Sandi di Warung Pucung, Jalan Pekayon Raya, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (22/4/2018).

"Karena kan gini, pentingnya sejam itu supaya orang enggak berangkat lebih awal bawa mobil yang akan menambah beban lalu lintas. Jadi nanti dari rumah dia sudah pakai transportasi umum, dan dipastikan akan lebih efektif menyelesaikan masalah," tambahnya.

Baca: Anies Baswedan: Di Dunia Jadi Tren, di Jakarta Becak Justru Dilarang

Terkait hal tersebut, Sandi mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah mitra, seperti Bekasi dan Tangerang, untuk menyiapkan area parkir serta menambah armada Transjakarta guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Kebijakan ini sejalan dengan solusi jangka panjang, yakni pemberlakuan Jalan berbayar atau Elektronik Road Pricing (ERP) pada 2019 mendatang.

"Bersamaan, kita akan tambah Transjakarta lagi, LRT juga nanti beroperasi mulai dari Bulan Juli (2018), Maret tahun depan sudah ada ERP. Soal penerapan ganjil genap di tol arah Jakarta, sekarang ini masih kita uji coba, dan kalau dinilai berhasil, (ganjil genap) jadi bukan hanya di Tol Cibubur dan Tangerang, tetapi di pintu-pintu tol lainnya," papar Sandi.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help